top of page

LPDP Danai Rp242,8 M Untuk 305 Prioritas Riset Nasional (PRN)

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 20, 2020
  • 2 min read


Prioritas Riset Nasional (PRN) adalah instrumen kebijakan untuk menyinergikan riset dan pengembangan yang dilakukan kementerian atau lembaga.


PRN bertujuan agar alokasi sumber daya (sumber daya manusia, sarana prasarana, dan pendanaan) bisa dikelola secara efektif dan efisien.



Dengan begini, PRN bisa mendukung pencapaian hasil riset dan pengembangan yang berkontribusi untuk peningkatan nilai tambah di sektor ekonomi.


"PRN tidak hanya berlandaskan pada topik riset yang berorientasi pasar atau solusi jangka pendek, tetapi mencakup topik riset fundamental yang ditujukan untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi bangsa di masa depan," kata Bambang, Menteri Riset dan Teknologi saat penyerahan dana PRN secara virtual di Ruang Rapat Inovasi Lt.2 Gedung BJ Habibie, Jakarta pada Jumat (17/7/2020).


Menteri Bambang mengatakan dana yang disalurkan sebesar Rp 242,8 miliar untuk 305 proposal terpilih. Pendanaan PRN semula berasal dari anggaran Kemenristek/BRIN. Pandemi Covid-19 membuat anggaran Kemenristek/BRIN terpotong. Sekarang pendanaan PRN berasal dari dana abadi penelitian dan dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).



Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, Rionald Silaban mendukung pelaksanaan PRN sebagai langkah nyata riset yang terintegrasi secara nasional. Pelaksanaan PRN 2020 dikawal oleh Kemenristek/BRIN dengan pendanaan dari LPDP.


Seluruh produk inovasi akan dikerjakan oleh 46 lembaga yang terdiri dari Lembaga Litbang Kementerian, Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, Perguruan Tinggi, dan Organisasi Non Pemerintah.


Dukungan LPDP Kementerian Keuangan melalui skema Riset Inovatif Produktif (Rispro) Mandatori diapresiasi oleh Prakoso.


"Dari 305 judul proposal yang diterima telah dibagi ke dalam WBS (work breakdown structure) yang nantinya akan menghasilkan 45 produk inovasi," kata Prakoso, Sekretaris Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN sekaligus Ketua Pelaksana Tim Manajemen PRN.



Lebih jauh, Prakoso menjelaskan sembilan fokus riset dalam PRN 2020, yaitu pangan, energi, kesehatan obat, transportasi, produk rekayasa keteknikan, hankam, kemaritiman, soshum (seni budaya, pendidikan), dan lainnya (multi disiplin, bencana, stunting, iklim).


Peluncuran virtual itu diikuti oleh Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN, Muhammad Dimyati; Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kemenristek/BRIN, Hotmatua Daulay; Direktur Fasilitas Riset dan Rehabilitasi LPDP, Wisnu Sardjono Soenarso; pejabat eselon I, II, III, dan IV Kemenristek/BRIN dan LPNK; pimpinan perguruan tinggi; dan perwakilan dari industri. (Al-Hanaan)



Foto: Covid19.go.id

Comments


bottom of page