top of page

Lagi, Semarang Mendapat Predikat Kota Tangguh dari BNPB

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 30, 2020
  • 2 min read

Updated: Jul 31, 2020



Kota Semarang, Jawa Tengah mendapat predikat 'Kota Tangguh' dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penambahan predikat ini menyikapi pandemi Covid-19 yang masih banyak terjadi di Indonesia.


Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan Semarang telah mendapat predikat 'Kota Tangguh' pada 2016.



"Untuk itu terdapat penambahan komponen penilaian terhadap ketahanan sistem kesehatan masyarakat guna mendukung penanganan COVID-19 di Indonesia," kata Agus Wibowo saat Sosialisasi Kota Tangguh di Semarang, Selasa (28/7/2020).


PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (United Nations Office for Disaster Risk Reduction/UNDRR) menambahkan komponen struktur penilaian pada kartu nilai (score card). Penilaian itu berkaitan dengan ketahanan sistem kesehatan masyarakat.


"Penambahan ini kemudian diintegrasikan ke dalam komponen sepuluh langkah mendasar untuk membangun kota tangguh bencana," ucap Agus.


Kota Semarang berbatasan dengan Laut Jawa Utara dan kondisi topografis wilayah terdiri dari daerah perbukitan, dataran rendah dan daerah pantai. Secara geografis, Semarang menunjukkan kemiringan berpotensi rawan terhadap bencana alam dan perubahan iklim.



Pada saat pembukaan sosialisasi 'Kota Tangguh,' Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin menyampaikan apresiasi dan harapan pada kegiatan penilaian Kota Tangguh di Semarang.


"Kami sangat mengapresiasi kegiatan penilaian Kota Tangguh di Kota Semarang, dengan adanya penilaian ini, diharapkan masyarakat dan pemerintah Kota Semarang memiliki kesiapsiagaan dan inovasi program dalam penanggulangan bencana alam maupun upaya penanganan Covid-19," ujar Iswar.


Adapun 10 langkah penilaian terhadap indikator Kota Tangguh diantaranya:

  1. Organisasi dan koordinasi

  2. Pengkajian atau skenario risiko

  3. Rencana keuangan dan anggaran

  4. Pembangunan dan rancangan kota yang tangguh

  5. Kawasan penyangga dan jasa-jasa ekosistem

  6. Kapasitas kelembagaan

  7. Kemampuan komunitas

  8. Infrastruktur pelindung

  9. Kesiapsiagaan dan tanggap bencana

  10. Perencanaan pemulihan pascabencana dan pembangunan lebih baik



Penilaian dilakukan melalui diskusi forum, penentuan aksi untuk mencapai hasil maksimal, sosialisasi dan evaluasi hasil penilaian, dan penyusunan rencana aksi. Terakhir, integrasi dan implementasi rencana aksi. (Al-Hanaan)


Foto: Kuliner Asik



Comments


bottom of page