Kurangi Kontak Fisik, Jepang Bangun Infrastruktur Pembayaran Digital
- MyCity News

- Jun 3, 2020
- 1 min read

Tiga bank terbesar di Jepang membangun badan riset untuk pembangunan infrastruktur pembayaran digital. Inisiatif ini didukung oleh bank sentral dan regulator finansial negara.
Tidak seperti Cina yang transaksi pasarnya didominasi sistem pembayaran digital, warga Jepang kebanyakan menyukai transaksi tunai. Otoritas mempromosikan transaksi non-tunai untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi kontak antara orang di masa pandemi Corona.
"Jepang mempunyai banyak platform untuk pembayaran non-tunai. Tetapi mereka masih juga menggunakan uang tunai," ujar Hiromi Yamaoka, mantan eksekutif bank sentral yag mengetuai kelompok riset itu.
"Satu solusi bisa meningkatkan kemampuan beroperasi antarmata uang digital dan infrastruktur."
Beberapa firma non keuangan dan keuangan seperti East Japan Railway, Mitsubishi UFJ Financial Group, Mizuho Financial Group, dan Sumitomo Mitsui Financial Group akan menghadiri acara ini.
Perwakilan Bank Jepang, Kementerian Keuangan, dan Agensi Pelayanan Keuangan akan hadir sebagai pengamat. Sebagai penyelenggara kelompok riset, DeCurret akan mengadakan pertemuan dua kali sebulan dari Juni hingga September.
Tiga bank Jepang yakni Mitsubishi UFJ Financial Group, Mizuho Financial Group, dan Sumitomo Mitsui Financial Group telah memperkenalkan sistem pembayaran digital. Namun, mereka kalah cepat dengan PayPay milik SoftBank Group. (Al-Hanaan)
Image by Maria_Domnina from Pixabay



Comments