Kiat Jitu BNPB Raih Opini WTP 9 Kali Berturut-turut
- MyCity News

- Jul 24, 2020
- 2 min read

Untuk kesembilan kali, Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) meraih opini tertinggi, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan kementerian/Lembaga tahun 2019. Laporan keuangan BNPB disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintah yang ditetapkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Anggota III BPK, Achsanul Qosasi mengapresiasi kinerja BNPB atas pencapaian ini. Meski menghadapi pandemi Covid-19 dan sibuk dengan penanganan bencana alam, BNPB tetap berkomitmen untuk tertib administrasi yang akuntabel.
Empat administrasi yang akuntabel itu diantaranya:
Penentuan opini WTP didasarkan pada kesesuaian dengan indikator yang telah ditentukan
Pengungkapan informasi laporan keuangan yang jelas dan detail
Sistem pengendalian internal lembaga terkait
Pelaksanaan anggaran yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan
"BPK mengapresiasi BNPB karena transparansi dan akuntabilitas keuanganya luar biasa, sehingga dari 2011 hingga sekarang selalu meraih wajar tanpa pengecualiaan selama sembilan kali berturut-turut," kata Qosasi saat penandatanganan laporan hasil pemeriksaan kementerian/Lembaga di Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Pada saat yang sama, Kepala BNPB, Doni Monardo mengatakan pencapaian BNPB dalam mendapatkan opini WTP berkat dukungan seluruh elemen di BNPNB dan pendampingan BPK.
"Sembilan tahun berturut-turut BNPB mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari BPK berkat kontribusi Sestama, Irtama dan seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama serta pegawai BNPB dalam meraih opini tertinggi dalam pengelolaan keuangan negara dan hal ini tidak terlepas dari BPK yang senantiasa memberikan pendampingan dalam kegiatan di BNPB," ujar Doni.
Opini WTP merupakan bukti kinerja yang baik dalam pengelolaan keuangan BNPB.
"Saya berharap, di tahun-tahun mendatang BNPB tetap dapat mempertahankan bahkan dapat meningkatkan prestasi yang diperolehnya selama ini. Termasuk dalam melakukan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel sehingga dapat terus memperoleh kepercayaan masyarakat," pungkas Doni. (Al-Hanaan)
Foto: Ranti K - BNPB
Baca Juga:
2) Lindungi Batik Secara Hukum, Kemenperin Bakal Luncurkan Aplikasi Batik Analyzer 3) Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Miliki 1 Komite dan 2 Satgas



Comments