Kepala BPSDMI: Kemenperin Siapkan Satelit Industri 4.0 Demi SDM Unggul
- MyCity News

- Jul 26, 2020
- 2 min read

Sumber daya manusia (SDM) berperan penting dalam mendukung aktivitas industri. Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mengembangkan SDM yang kompeten, produktif, inovatif, dan kompetitif sesuai dengan kebutuhan industri.
"Rata-rata dalam lima tahun terakhir, industri nasional membutuhkan sebanyak 670.000 SDM dengan kemampuan yang dibutuhkan industri. Ini merupakan salah satu tantangan yang harus kami penuhi," kata Eko S.A. Cahyanto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin di Jakarta pada Sabtu (25/7/2020).
Menanggapi hal itu, BPSDMI Kemenperin berfokus pada penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi industri dengan kebutuhan industri.
"Kedua hal ini harus sinkron agar SDM yang dihasilkan memiliki skill yang sesuai dan dapat diimplementasikan dengan baik di industri tempat mereka bekerja," ujar Eko.
Terlebih di era Revolusi Industri 4.0, kebutuhan akan SDM yang adaptif dan melek teknologi digital semakin urgen. Untuk itu, BPSDMI Kemenperin mendorong pengembangan SDM industri melalui program utama seperti pendidikan vokasi berbasis kompetensi, pembangunan unit pendidikan dan pelatihan di wilayah pusat pertumbuhan industri, dan program link and match antara dunia pendidikan dengan industri.
BPSDMI Kemenperin memberikan terobosan pendidikan berupa pelatihan berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja), pembangunan infrastruktur kompetensi, dan pembangunan pusat inovasi dan pengembangan SDM industri 4.0.
BPSDMI Kemenperin memiliki beberapa unit pendidikan di seluruh Indonesia diantaranya 10 Politeknik Industri, sembilan Sekolah Menengah Kejuruan, tujuh Balai Diklat Industri, dan dua Akademi Komunitas.
"Walaupun jumlah lulusannya belum bisa memenuhi permintaan industri, kami berkomitmen untuk terus menghasilkan SDM industri yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan industri nasional," tutur Eko.
Kemenperin mengembangkan Pusat Inovasi Digital Industri 4.0 (PIDI 4.0) sebagai implementasi Peta Jalan Making Indonesia 4.0. PIDI 4.0 menghadirkan lima pilar untuk mendopang industri dalam transformasi menuju Revolusi Industri 4.0.
Pertama, showcase. Showcase bertujuan meningkatkan kesadaran industri akan urgensi penerapan industri 4.0.
Kedua, pusat pelatihan. Pusat pelatihan merupakan kawah candradimuka SDM untuk membangun keahlian teknologi industri 4.0.
Ketiga, ekosistem penghubung para pemangku kepentingan industri.
Keempat, delivery center. PIDI 4.0 berperan sebagai delivery center dalam transformasi perusahaan industri untuk menerapkan teknologi 4.0.
Kelima, inovasi melalui berbagai proyek uji coba dan brokerage di sektor industri.
"Bahkan, Kemenperin tengah menyiapkan beberapa satelit industri 4.0 di berbagai unit pendidikan Kemenperin, antara lain di Politeknik STTT Bandung, Jawa Barat serta Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal, Jawa Tengah," tandas Eko. (Al-Hanaan)
Foto: Kemenperin



Comments