Kepala BPPT Sebut Potensi Kecerdasan Artifisial dan Big Data Untuk Kesehatan
- MyCity News

- Jul 22, 2020
- 2 min read

Pada Rabu (22/7/2020), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengadakan acara virtual Ngopi Pagi Rakyat Merdeka bertema "Solusi Pintar Indonesia untuk Deteksi Corona."
"Kercerdasaan artifisial adalah sebuah sistem yang menampilkan perilaku cerdas dengan menganalisa lingkungannya menggunakan algoritma tertentu dan mengambil tindakan berikutnya, dengan beberapa tingkat otonomi untuk mencapai tujuan tertentu," kata Hammam Riza, ketua BPPT.
Lebih lanjut, Hammam mengatakan kecerdasan artifisial adalah teknologi untuk membuat komputer dapat meniru cara berpikir dan membuat keputusan atau tindakan seperti manusia dilihat dari segi esensinya.
Untuk itu, diperlukan data baik historis maupun series yang jumlahnya sangat besar agar komputer dapat berpikir dan bertindak layaknya manusia. Komputer dapat diprogram untuk mempelajari data dengan data yang besar (big data) itu.
Proses ini dinamakan machine learning. Semakin banyak data yang diberikan, semakin mendalam komputer akan mempelajari lingkungannya dengan deep learning.
Hammam menyebut beberapa contoh aplikasi kecerdasan artifisial dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan artifisial ditemukan di banyak peralatan dan teknologi seperti robot yang membawa sinar UV untuk desinfektan virus di rumah sakit; robot penyemprot desinfektan; drone penyemprot dan pengukur suhu; automatic drone dan pengenalan wajah; dan teknologi yang bisa dikembangkan untuk melawan Covid-19 dengan melaksanakan testing, tracing, isolating, dan treatment.
Selain itu, kecerdasan artifisial tak hanya untuk peralatan alat kesehatan, tetapi juga mengakselerasi berbagai riset dan inovasi untuk solusi melawan Covid-19.
Misalnya, obat yang dibutuhkan dengan mempersingkat proses dalam pemetaan genome sequence dari virus SARS-CoV-2 dan aplikasi untuk melihat penyebaran, epidemiologi, prediksi, serta capaian sintasan (survival reach), serta kondisi dari data pasien Covid-19.
Dengan demikian, kecerdasan artifisial tidak menggantikan peran manusia, tetapi membantu rutinitas kerja manusia.
Hammam mengajak semua pemangku kepentingan (stake holder) untuk mengembangkan produk, mengadaptasi, dan menyelaraskan seluruh kegiatan dengan perkembangan teknologi.
Indonesia mempunyai road map Indonesia making 4.0 agar Indonesia menguasai dan menerapkan teknologi dalam semua sektor. Harapannya, Indonesia adil dan makmur dapat dicapai lebih cepat.
"Mari belajar bersama jadikan kecerdasan artificial bermanfaat baik bagi manusia," pungkas Hammam. (Al-Hanaan)
Image by Computerizer from Pixabay



Comments