Kepala BPPT Kembangkan Kecerdasan Buatan Untuk Indonesia Emas 2045
- MyCity News

- Jul 13, 2020
- 1 min read

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mempunai peran yang signifikan dalam pembangunan nasional. Untuk itu, strategi nasional kecerdasan buatan menyiapkan AI yang kompetitif dan memiliki spesialisasi dengan membangun ekosistem data dan infrastruktur yang mendukung. Demikian pernyataan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza saat webinar World AI Show Trescon WAIS (9/7/2020).
Dalam persiapan menuju Indonesia 2045, sektor prioritas untuk pembangunan nasional dilakukan melalui kecerdasan buatan yang etis sesuai dengan nilai Pancasila sebagai ideologi dan peraturan di Indonesia. Selain itu, koordinasi ekosistem penelitian dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan inovasi industri kecerdasan buatan.
Dalam webinar, Hammam memaparkan peran kecerdasan buatan di bidang kesehatan dan pertanian.
Di bidang kesehatan, Hammam mengatakan model kecerdasan buatan membantu para radiolog dan kerja epidemiologis.
Model ini mampu mendiagnosis pasien dan memetakan kerentanan wilayah terhadap Covid-19. Caranya dengan menggabungkan data gejala klinis dari data kerentanan individu dan lingkungan.
Data geospasial ini akan membantu tracing dan testing Covid-19. Dengan begini, kecerdasan buatan berguna untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis peta penyebaran Covid-19.
Di bidang pertanian, Hammam melakukan kaji terap teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Kecerdasan buatan bisa memperkuat data prakiraan cuaca, pemetaan lahan sawah, hingga luasan lahan panen.
Dengan demikian, kecerdasan buatan berperan besar agar sektor industri agrikultur Indonesia memiliki daya saing di era industri 4.0.
"Pengembangan kecerdasan buatan ini melibatkan berbagai disiplin ilmu," Hammam Riza memungkasi. (Al-Hanaan)
Foto: Wikipedia



Comments