top of page

Kepala BNPB Ingatkan Urgensi Menjaga Keseimbangan Ekosistem

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 20, 2020
  • 2 min read


Ketua Gugus Tugas Nasional, Doni Monardo mengingatkan kepada jajaran pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan masyarakat setempat untuk menjaga keseimbangan ekosistem guna mencegah terjadinya bencana.


"Kejadian ini (banjir bandang) merupakan evaluasi bagi kita untuk bersungguh-sungguh memperhatikan dan menata keseimbangan ekosistem," kata Doni di Kantor Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Jumat (17/7/2020).


Dalam satu setengah hingga dua tahun terakhir, Sulawesi Selatan mengalami dua kali banjir bandang. Pertama, banjir bandang terjadi di Makassar dengan korban hampir 100 orang. Penyebabnya adalah alih fungsi lahan di bagian selatan.


"Yang semula kawasan hutan lindung berubah jadi kawasan pertanian semusim, khususnya tanaman jagung. Ketika jumlah penduduk semakin bertambah dan kebutuhan lahan pertanian semakin banyak, kita harus menjaga keseimbangan alam," Doni menerangkan.


"Jangan sampai alam terganggu karena kita mengelolanya tidak tepat," imbuh Doni.

Kunjungan kerja ke Luwu Utara sesuai instruksi Presiden Jokowi untuk meninjau lokasi terdampak banjir bandang.


Dalam kunjungan itu, Doni menaiki helikopter bersama Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Dari atas helikopter, Doni mengamati permukaan Gunung Lero.


"Jika melihat secara visual dari jarak jauh menggunakan helikopter, di wilayah Gunung Lero terlihat sebagian dari kawasan pepohonan itu mengalami longsor dengan kemiringan lebih dari 60 derajat dan yang hampir mendekati 90 derajat. Hal ini yang akan kami analisa lebih lanjut apakah terjadi karena hujan pada tanggal 12 sampai 13 Juli penyebab banjir bandang atau hujan sebelumnya serta akan dilakukan kajian terkait akibat potensi pembukaan lahan atau galian yang menyebabkan bencana banjir bandang yang sedang terjadi lebih parah dampaknya," Doni memaparkan.


Pada kesempatan yang sama, Doni mengapresiasi gotong royong dari semua pihak yang membantu masyarakat terdampak banjir. Bagi Doni, gotong royong adalah modal sosial terbaik dalam penanggulangan bencana.


"Jalan menuju kawasan ini cukup macet karena banyak yang memberi bantuan bagi masyarakat terdampak ke Kantor Bupati Luwu Utara. Ini adalah modal sosial yang paling bagus karena kesadaran masyarakat saling menolong," puji Doni.


BNPB akan berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Selatan untuk membantu masyarakat senilai Rp50 juta dalam bentuk bangunan.


Untuk rumah yang rusak sedang, bantuan dana sebesar Rp25 juta, sedangkan rumah yang rusak ringan diberi bantuan sebesar Rp10-15 juta.


Sebagai program nasional, pemerintah daerah dapat mengusulkan nama dan alamat warga yang rumahnya rusak terdampak banjir bandang.


Di sisi lain, Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari Batubara mengingatkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat Luwu Utara untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.


"Karena belum ada vaksin, protokol kesehatan adalah harga mati. Di wilayah Kabupaten Luwu Utara harus tetap disiplin melakukan protokol kesehatan," ujar Juliari. (Al-Hanaan)



Foto: Ranti Kartikaningrum - KOMBEN BNPB

Comments


bottom of page