top of page

Kementan Andalkan Burung Hantu Untuk Basmi Tikus

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 29, 2020
  • 2 min read

Tikus merupakan hama yang menjengkelkan bagi petani. Baru-baru ini tersiar kabar serangan tikus melanda sawah di berbagai daerah.


Untuk mengendalikan hama tikus, kelompok tani melakukan berbagai metode pengendalian seperti gopryokan, pengemposan, menggunakan anjing buru, dan racun tikus. Sayang, tidak semua metode di atas ramah lingkungan.



Racun tikus, misalnya, mungkin bisa mengendalikan hama tikus dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, serangan tikus akan berulang dan berdampak negatif bagi pencemaran lingkungan.


Untuk itu, sejumlah daerah menggunakan strategi yang lebih ramah lingkungan dan efektif untuk pengendalian jangka panjang. Strategi itu adalah trap barrier system dan burung hantu sebagai predator alami tikus dengan mendirikan rumah burung hantu (rubuha) di sawah.


Salah satu provinsi yang menggunakan rubuha adalah Jawa Tengah. Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian memberi bantuan pendirian rubuha sebanyak 100 unit ke beberapa kelompok tani di Jawa Tengah. Harapannya, rubuha akan mengundang burung hantu untuk menetap di lingkungan persawahan.


"Dengan adanya bantuan ini kami harap akan menjadi contoh sekaligus stimulus untuk mendorong petani agar mau secara swadaya mendirikan rubuha di lingkungan persawahan mereka," kata Herawati Prarastyanti, Kepala Balai Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah, dikutip CNBC, Sabtu (29/8/2020).


Satu ekor burung hantu bisa memangsa tiga hingga lima ekor tikus per malam. Dengan radius terbang sejauh 12 km, burung nokturnal ini bisa memangsa 90-150 ekor tikus.


"Hal tersebut tentunya sangat membantu petani dalam mengendalikan hama tikus di sawahnya sehingga pertanamannya dapat aman dari serangan tikus sampai panen," terang Herawati.



Kabar gembira berasal dari Kelompok Tani (Poktan) Adem Ayem I dan Adem Ayem II, Desa Karang Tengah, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Pemalang. Program rubuha itu membuah hasil signifikan. Hama tikus hampir tak pernah menyerang dibandingkan sebelum ada bantuan rubuha.


"Dari 2 pasang burung hantu dan rubuha bantuan pemerintah, kini kami secara swadaya telah mendirikan 40 rubuha dengan biaya per rubuha sebesar 2,5 juta rupiah. Burung hantu pun yang awalnya hanya 2 pasang kini jumlahnya sudah berkembangbiak banyak hingga puluhan," kata Maryoto, Ketua Poktan Adem Ayem I.


"Sejak adanya rubuha di sawah kami nyaris sudah tidak ada serangan hama tikus menyerang. Bahkan 2 tahun terakhir ini tidak ada lagi serangan hama tikus di lahan sawah kami yang luasnya 79 hektar. Alhamdulillah tiap tahun kini panen kami selalu berlimpah," lanjut Maryoto.



Dalam kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Pangan, Suwandi mengatakan seluruh jajaran Kementan harus aktif membantu petani mengamankan produksi padi dari ancaman serangan hama yang mengancam produksi pangan nasional.


"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo perintahkan jajaran Kementan dari pusat sampai daerah untuk terus aktif turun, mendampingi petani dan bersama stake holder lainnya terus giat melakukan pengendalian hama tersebut agar tidak mengancam produksi pangan kita," pungkas Suwandi. (Al-Hanaan)


Image by danny moore from Pixabay


Comments


bottom of page