top of page

Kemenperin Harapkan SDM Cerdas Digital Untuk Topang Sektor Industri

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 24, 2020
  • 2 min read

Updated: Jul 26, 2020



Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong sektor manufaktur untuk menerapkan teknologi digital. Pasalnya, penerapan teknologi digital akan meningkatkan daya saing, efisiensi, dan produktivitas.


"Dengan digitalisasi atau otomatisasi, juga akan terciptanya inovasi. Jadi, daya saing industri kita semakin kuat," kata Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi Apple Developer Academy, di Tangerang pada Kamis (23/7/2020).



Demi menyongsong Revolusi Industri 4.0, Menperin mengatakan strategi yang harus disiapkan adalah hsumber daya manusia (SDM) berbasis teknologi industri 4.0. Selain lembaga pendidikan dan pelatihan pemerintah, Kemenperin juga mengajak pihak swasta untuk menyediakan ekosistem pendidikan bagi SDM terampil.


Pihak swasta ini adalah Apple Developer Academy. Pendirian Apple Developer Academy di Indonesia adalah pertama di Asia dan ketiga di dunia setelah Brasil dan Italia.


"Dalam hal ini, kami sangat memberikan apresiasi kepada Apple yang telah mendirikan Apple Developer Academy di tiga lokasi, yakni Tangerang, Surabaya, dan Batam," kata Agus.

Pada kunjungan kerja itu, Agus meminta pihak Apple Developer Academy untuk mengalokasikan pengalaman industri bagi peserta didik. Harapannya, setelah kelulusan, mereka bisa menerapkan digitalisasi untuk mendukung inovasi dan produksi di perusahaan tersebut.


Dalam tiga tahun terakhir, Agus melihat alumni Apple Developer Academy banyak diminati perusahaan digital di Indonesia.


"Bahkan, dari mereka ada yang mendirikan startup company, sehingga kami meyakini akan memberikan banyak kontribusi terhadap perekonomian nasional terutama lewat ekonomi digital," ungkap Agus.


"Menurut pandangan kami, tren kebutuhan SDM yang melek teknologi pasti akan selalu naik seiring dengan kebutuhan terhadap digital dan inovasi yang juga semakin tumbuh. Sebab, dalam konteks umum semua sektor akan membutuhkan teknologi, tidak hanya di industri manufaktur, tetapi juga sektor lainnya," tambah Agus.



Kemenperin tak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga mengajak pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menopang produktivitas dan pemasaran.


"Upaya ini termasuk untuk menciptakan supply chain menjadi lebih mudah, sehingga bisa menutup bagian dari pohon industri yang masih kosong," papar Agus.


Hal tersebut merupakan wujud nyata pemerintah dalam pembangunan SDM untuk mencapai visi Indonesia tangguh dalam menghadapi ekonomi digital.


"Contohnya seperti penyiapan SDM kompeten digital yang telah diciptakan oleh Apple Developer Academy, dan ini kami akan dorong dan dukung terus," pungkas Agus. (Al-Hanaan)



Foto 1: MSN

Foto 2: Kemenperin




Comments


bottom of page