top of page

Indonesia Bakal Produksi Radioisotop dan Radiofarmaka Untuk Kedokteran

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 10, 2020
  • 1 min read


Radioisotop dan Radiofarmaka di Indonesia masih didominasi oleh produk impor. Untuk itu, BATAN berupaya memproduksi sendiri agar angka impor bisa diturunkan.


Demikian pernyataan Anhar Riza Antariksawan, Kepala Badan Tenaga Nuklir (BATAN), dalam webinar series Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka – BATAN, Selasa (4/8/2020).

"Reaktor Serbaguna yang kita miliki kapasitasnya lebih besar daripada reaktor yang ada di Australia, tapi Australia menjadi salah satu negara produsen radioisotop terbesar di dunia. Oleh karenanya, saya mengajak para stakeholder untuk bersatu padu bekerja sama untuk mengembalikan kejayaan produksi radioisotop di Indonesia," ucapnya.


Di sisi lain, Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka, Rohadi Awaludin mengatakan pemanfaatan radiofarmaka yang digunakan untuk onkologi (penyakit kanker) sekitar 50 persen lebih. Disusul kardiologi (penyakit jantung), dan tiroid.


Survei Kementerian Kesehatan 2013-2018 menyatakan prevalensi kanker di Indonesia meningkat dalam lima tahun.


"Peran radioisotop dan radiofarmaka sangat diharapkan untuk menjadi solusi dalam penyelesaian masalah kanker," terang Rohadi.


Hal itu diamini oleh Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia, Dr. Eko Purnomo, Sp,KN–TM(K). Ia mengatakan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan kedokteran nuklir aman, bahkan radiasi yang digunakan lebih kecil dibanding radiasi pada CT-SCAN.

"Untuk pasien kanker terapi dengan Radioterapi di kedokteran nuklir memberikan nilai ekonomi yang lebih besar kepada pasien, karena biaya paket radiasi saat ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan paket kemoterapi," ujar Eko.


"Penggunaan Samarium-153 EDTMP (etilen diamin tetra metil fosfonat) untuk pasien kanker memberikan manfaat yang besar, walaupun masih harus diobati namun dapat meningkatkan kualitas hidup pasien," pungkas Eko. (Al-Hanaan)


Foto: BATAN



Comments


bottom of page