Indonesia Akan Rilis Laporan Tahunan Tujuh Target SFDRR
- MyCity News

- Jul 29, 2020
- 2 min read
Updated: Jul 30, 2020

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen bersama komunitas internasional untik mengawasi pencapaian Indonesia dalam menanggulangi bencana. Untuk itu, BNPB menyusun laporan tahunan Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana (Sendai Framework for Disaster Risk Reduction/SFDRR).
Sebagai laporan pemerintah (country report), laporan ini bertujuan melihat pencapaian Indonesia melalui indikator yang ditargetkan dalam SFDRR 2015-2030. Laporan SFDRR 2015-2030 disusun secara bertahap dengan melibatkan kementerian/lembaga dan mitra lain.
Dalam sambutan pembukaan rapat koordinasi penyusunan laporan SFDRR, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja mengatakan tujuh target SFDRR sebagai acuan dalam penulisan laporan tahunan.
Tujuh target SFDRR membahas bencana yang berdampak pada tingkat kematian global, jumlah populasi terdampak, kerugian ekonomi, kerusakan infrastruktur dan layanan dasar, pengurangan risiko bencana, kerja sama internasional dan ketersediaan, serta akses kepada sistem peringatan dini dan informasi risiko bencana.
"Laporan tahunan ini merupakan capaian 2019 dan 2020 penanggulangan bencana di Indonesia," kata Cahyo Nugroho, Kepala Sub Direktorat Tata Kelola BNPB di Hotel Santika BSD pada Rabu (29/7/2020).
Wisnu Widjaja menjelaskan latar belakang dan materi pengisian secara internal unit teknis di BNPB. Lalu, BNPB akan mengajak kementerian/lembaga dan berbagai pihak untuk memberikan data yang dimiliki sebagai capaian yang terkait dengan ketujuh target.
Selanjutnya, sosialisasi pengawasan SFDRR ke berbagai pihak, lokakarya pengumpulan data dari internal BNPB dan kementerian/lembaga dan para pihak terkait, serta lokakarya finalisasi.
SFDRR merupakan acuan kerja untuk mengurangi risiko bencana yang disepakati oleh 187 negara. Kerangka kerja ini disahkan dalam Konferensi Dunia Ketiga PBB di Sendai, Jepang, pada 8 Maret 2015. SFDRR ini merupakan kelanjutan dari Hyogo Framework for Action (HFA). (Al-Hanaan)
Foto: Theophilus Yanuarto - BNPB



Comments