top of page

Hambat Produktivitas, Pemerintah Bertekad Turunkan Stunting Menjadi 14%

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Sep 16, 2020
  • 1 min read


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengatakan sebanyak 136 juta orang angkatan kerja Indonesia atau 54% mengalami stunting di masa kecil.


Muhadjir menyampaikan hasil penelitian Bank Dunia itu dalam acara Sarasehan Virtual 100 Ekonom: Transformasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju dan Berdaya Saing yang diadakan oleh CNBC Indonesia, Selasa (15/9/2020).



Bagi Muhadjir, hal itu merupakan hambatan untuk mewujudkan tenaga kerja produktif dan terampil.


"Menurut dokter ahli, kalau sudah stunting nggak mungkin dioptimalkan, dimaksimalkan kemampuan otaknya. Ini jadi persoalan kita. Kita akan perang lawan stunting," kata Muhadjir.



Lebih lanjut, Muhadjir menyebut TBC sebagai masalah yang tak kalah penting. Ia mengatakan 850 ribu orang Indonesia menderita TBC. Bahkan, Indonesia berada di urutan ketiga dunia untuk penderita TBC.


"Sementara yang tidak terdeteksi lebih dari itu," ujarnya.


Stunting sudah lama menjadi pekerjaan rumah di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.



Kiai Ma'ruf Amin mengatakan pemerintahannya berusaha menurunkan stunting dari 27,67% di 2019 menjadi 14% di 2024. Hal ini ia sampaikan usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Pencegahan Stunting, dan Program Dana Desa di Grand Kebon Sirih, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.


"Ya itulah karena target itu sangat emosional, 14% dari 27% itu bukan sesuatu yang mudah. Karena itu kita harus bekerja keras," kata Kiai Ma'ruf, Selasa (11/2/2020). (Al-Hanaan)


Foto: Istimewa



Comments


bottom of page