Gara-gara Covid-19, 730 Ribu Lapangan Pekerjaan di Inggris Raib
- MyCity News

- Aug 12, 2020
- 1 min read

Pandemi Virus Covid-19 berdampak pada anjloknya lapangan pekerjaan di Inggris. Sejak Negeri Ratu Elizabeth memberlakukan karantina wilayah (lockdown), sekitar 730 lapangan pekerjaan hilang.
Seperti dilansir CNN International, Rabu (12/8/2020), Badan Pusat Statistik Inggris atau Office for National SDtatistics (ONS) mengungkapkan bahwa penurunan lapangan kerja pada kuartal II tahun ini merupakan yang terbesar sejak resesi tahun 2009.
Sejak Inggris memberlakukan lockdown semua perusahaan di berbagai sektor terpaksa ditutup, untuk menahan penularan virus Corona. Akibatnya banyak terjadi PHK dan cuti paksa kepada pekerja. Selama kuartal-II angka pengangguran naik dua kali lipat dari Maret-Juli menjadi 2,7 juta orang.
Baca Juga:
ONS mengungkap pandemi virus Corona juga berdampak pada penurunan gaji pekerja selama kuartal-II 2020. Hal itu menyeret standar hidup orang Inggris turun bahkan sebelum inflasi diperhitungkan di negara itu.
Pandemi Covid-19 membuat ekonomi Inggris mengalami kemerosotan terburuk selama satu abad. Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) kini membayangi para pekerja di sana. Apalagi, bantuan pemerintah akan berakhir pada Oktober 2020.
Meskipun adanya penurunan lapangan kerja dan tingkat pengangguran yang membesar. Persentase angka pengangguran tidak berubah, tetap di 3,9% pada kuartal-II. Namun, angka itu hanya termasuk orang yang tidak bekerja bukan cuti. Sekitar 7,5 juta orang Inggris diperkirakan telah cuti per Juni lalu.
Selain pandemi virus Corona yang menyebabkan anjloknya ekonomi Inggris. Brexit pun menambah kesengsaraan Inggris. Kesempatan waktu mendapatkan kesepakatan dagang dengan Uni Eropa telah hampir habis.
Jika Inggris gagal, negara itu akan menghadapi biaya perdagangan miliaran. Hal itu jelas akan mempengaruhi tenaga kerja di Inggris. (Arie Nugroho)



Comments