Faisal Basri: Bila Kasus Covid-19 Naik, Ekonomi Mustahil Tumbuh
- MyCity News

- Aug 31, 2020
- 2 min read

Kasus konfirmasi positif Covid-19 terus meningkat dengan rerata 3.000 kasus per hari. Ini membuat Ekonom UI, Faisal Basri menilai perekonomian Indonesia bisa pulih.
Ia memandang kunci penggerak aktivitas ekonomi adalah peningkatan tes Covid-19 untuk seluruh rakyat Indonesia.
Baca Juga: Senin (31/8/2020), Kasus Positif Covid-19 Bertambah 2.743, Sembuh 1.774, Meninggal Dunia 74Hal ini disampaikan oleh Faisal Basri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (31/8/2020).
"Kita sepakat kita tidak bisa menunggu aktivitas ekonomi ekonomi meningkat. Kunci untuk aktivitas ekonomi meningkat adalah dengan tes. Yang saya takut, respons pemerintah makin tidak peduli dengan Covid-19, tapi ke pemulihan ekonomi," kata Faisal.
Dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), unsur kesehatan dalam Perpres adalah Kementerian Kesehatan. Sisanya, ekonomi dan politik pertahanan.
Kesimpulannya, Komite Penangan Covid-19 dan PEN lebih banyak berfokus pada pemulihan ekonomi.
"Kalau dulu gugus tugas di bawah presiden sekarang di bawah menteri BUMN. Betul-betul penanganan virus ini lebih ke arah ekonomi dan narasinya yang selalu disampaikan oleh ketua pelaksana adalah sekarang nunggu vaksin. Jadi sebelum vaksin datang kita tidak tahu apa yang dilakukan pemerintah, tidak ada strategi," tambah Faisal.
Faisal berargumen bila kasus positif Covid-19 turun, pertumbuhan ekonomi akan naik. Adalah mustahil meningkatkan pertumbuhan ekonomi saat penularan kasus Covid-19 terus bertambah.
"Kita harus kendalikan penularan kasus dulu, baru ekonomi bisa naik. Kalau kasus sudah turun, otomatis pertumbuhan ekonomi tanpa disuruh pun akan naik," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (PKPPIM) Kementerian Keuangan, Adi Budiarso memaparkan kuartal III (Q3) 2020 adalah kunci Indonesia agar terhindar dari resesi.
Menghindari resesi, kata Adi, dilakukan dengan mengoptimalkan belanja pemerintah untuk merangsang roda ekonomi.
Adapun strategi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan mempercepat eksekusi PEN, memperkuat konsumsi pemerintah, dan memperkuat konsumsi masyarakat.
"Mendorong konsumsi pemerintah dengan mendorong supply dan demand, melalui digitalisasi dan gotong royong," tutur Adi. (Al-Hanaan)
Foto: Istimewa



Comments