Ekonom INDEF: PSBB Total Bakal Bikin RI Resesi
- MyCity News

- Sep 11, 2020
- 2 min read

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang berdampak signifikan pada ekonomi nasional. Kegiatan ekonomi dan sosial akan berhenti layaknya bulan April dan Mei lalu.
Hal ini dikemukakan oleh ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance, Enny Sri Hartati, Rabu (9/9/2020).
"Jadi pengaruh pendapatannya juga signifikan. Kantor nasional dan internasional kan juga di DKI. Ini kan juga ada pengaruh dari berbagai kendala perizinan, konfirmasi berbagai macam hal terkait birokrasi terlambat. Ini akan berdampak pada bisnis di luar DKI karena semua pusat keuangan dan pemerintahan kan ada di Jakarta dan juga mobilitas orang kan juga sangat besar dan keluar Jakarta," kata Enny.
Enny menilai pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun 2020 akan tumbuh negatif seperti di kuartal II tahun 2020. Artinya, Indonesia akan jatuh ke jurang resesi. Negara dikatakan resesi jika perekonomian tumbuh negatif dua kuartal berturut-turut.
"Negatif pasti karena daya beli masyarakat masih turun drastis dan utilitas manufaktur juga masih turun. Perkiraannya pemerintah kan karena PMI (Purchasing Manager Index) membaik walaupun masih 46, juga penjualan kendaraan bermotor membaik. Dipikirnya kuartal III ada pembalikan, belum tentu begitu," jelas Enny.
Ia menjelaskan fenomena ini tidak semata-mata disebabkan oleh PSBB, tetapi sudut pandang (perspektif) investor. Ketika akivitas banyak negara pulih dan banyak negara membuka diri, Indonesia malah menutup diri.
Bila PSBB total tidak diterapkan, investor justru enggan masuk ke Indonesia karena takut tertular Covid-19. Bahkan, banyak negara melarang warganya masuk ke Indonesia. Akibatnya, iklim Indonesia tak ramah investor dan tak menarik sebagai tujuan investasi.
"Pilihan DKI Jakarta PSBB kembali atau tidak, sebenarnya bukan pilihan lagi, karena semakin banyak abai dan tidak mampu menyelesaikan pandemi," tandas Enny. (Al-Hanaan)
Image by Gerd Altmann from Pixabay



Comments