Dorong Roda perekonomian, Kementerian ESDM Anggarkan Rp15,4 Triliun Untuk Ringankan Tarif Listrik
- MyCity News

- Aug 19, 2020
- 2 min read

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi stimulus keringanan tagihan listrik untuk pelanggan PT PLN (Persero) golongan rumah tangga 450 VA, 900 VA bersubsidi, pelanggan bisnis dan industri kecil (UMKM) 450 VA.
Selain itu, pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum dan pembebasan biaya beban/abonemen bagi pelanggan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus. Stimulus ini mulai berlaku sejak April 2020 hingga Desember 2020.
"Bantuan-bantuan ini bersifat meringankan beban saudara-saudara kita yang paling terdampak dan sekaligus bisa lebih mendorong roda perekonomian nasional," kata Rida Mulyana, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Selasa (18/8/2020).
Jumlah pelanggan yang mendapat stimulus keringanan tagihan listrik sebanyak 33,64 juta pelanggan PLN. Rinciannya adalah 31,88 juta pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, 501 ribu pelanggan bisnis 450 VA, dan 433 pelanggan industri 450 VA.
Selain itu, sebanyak 1,26 juta pelanggan PLN golongan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus yang mendapat stimulus berupa pembebasan energi minimum dan biaya beban atau abonemen.
"Jumlah pelanggan PLN yang dibantu melalui stimulus ini, tercatat ada 33,64 juta pelanggan PLN. Untuk melaksanakan stimulus tersebut, kami perkirakan dana yang dikeluarkan oleh negara kurang lebih Rp15,4 triliun," ucap Rida.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi mengatakan konsumsi listrik selama pandemi Covid-19 menurun sejak akhir tahun 2019 hingga awal 2020. Konsumsi listrik perlahan meningkat mulai Mei 2020.
"Untuk akhir 2019 sampai awal 2020 terlihat turun, periode Maret-Mei turun tajam, dan kini berangsur naik, sekitar 20,18 TWh pada Juli 2020. Telah terjadi rebound yang cukup baik. Mudah-mudahan dengan penguatan stimulus pemerintah tren konsumsi semakin naik, karena sudah di atas angka psikologis, di atas 20 TWh," tutur Hendra.
Hendra menambahkan konsumsi listrik pada Juli 2020 tumbuh 0,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Konsumsi listrik rumah tangga meningkat hingga 10,08%. Sedangkan sektor pelanggan bisnis, industri, dan sosial menurun dibandingkan Juli 2019.
"Berbeda dengan kondisi perekonomian yang cenderung minus, penggunaan listrik masih positif," ucap Hendra.
Untuk itu, Hendra meminta PLN untuk menjaga kualitas pelayanan meski pelanggan mendapat stimulus keringanan tarif listrik.
"Dari penugasan yang sudah ditetapkan oleh Menteri ESDM, walaupun diskon ini diberikan, negara hadir di sini, tidak serta merta PLN kemudian lengah. PLN wajib memberikan pelayanan yang terbaik, dengan tingkat mutu yang telah ditetapkan. Ini menjadi concern kami," tandas Hendra.
Senada dengan Hendra, EVP Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN Edison Sipahutar mengatakan pihaknya sedang mengembangkan sistem untuk memeriksa pemberian stimulus tarif listrik agar bisa diakses oleh masyarakat penerima stimulus.
"PLN sedang membangun informasi mendapatkan jumlah stimulus ini. Secara intranet sistem ini sudah bisa diakses di PLN, jika memang membutuhkan, pelanggan bisa menelepon ke 123, agar bisa mengetahui jumlah stimulus yang didapat oleh pelanggan," tutup Edison. (Al-Hanaan)
Image by Michael Schwarzenberger from Pixabay



Comments