Dorong Riset Pangan, LIPI Terapkan Konsep Triple Helix
- MyCity News

- Jul 10, 2020
- 2 min read

Pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor. Ekonomi lesu, kesehatan terpuruk, dan ketahanan pangan terancam. Ini harus menjadi perhatian semua terutama berdampak pada kelompok rentan seperti ibu dan anak.
Menteri Riset dan Teknologi, Bambang PS Brodjonegoro mengatakan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia adalah prioritas nasional. Dua hal itu harus didorong dalam kondisi apapun, termasuk kondisi masa pandemi Covid-19.
Demikian pernyataan Bambang sebagai pembicara kunci pada ‘Forum Diskusi Kolaborasi Penelitian dan Teknologi untuk Mendukung Gizi Anak di Masa Pandemi’ di Auditorium LIPI, Gedung Widya Graha Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta (8/7/2020).
"Selain pemenuhan kebutuhan di masa pandemi, nutrisi untuk pencegahan stunting juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai stunting menjadi bencana baru dengan dampak yang lebih besar dimasa depan. Kita mendapat gambaran bahwa hampir semua daerah yang terkonfirmasi kasus COVID-19 memiliki prevalensi stunting sedang bahkan tinggi, sehingga penanganan dan pelayanan kesehatan dan gizi dalam situasi Pandemi Covid-19 menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya masalah gizi yang lebih besar," terang Bambang.
LIPI dan Danone SN bekerja sama mengembangkan produk makanan sehat melalui teknologi pangan sejak April 2020. Biskuit Pribarz dan Mie Atamie adalah dua contoh produksi Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna LIPI di Subang, Jawa Barat dan Danone SN.
Danone SN menyediakan bahan baku pendukung berupa susu dan bahan fortifikan. Fortifikan yang ditambahkan meliputi premix, vitamin, dan mineral. Fortifikan adalah zat gizi yang ditambahkan dalam makanan.
Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko mengatakan LIPI terbuka untu kolaborasi riset. Fasilitas LIPI bisa dimanfaatkan untuk publik dengan menerapkan konsep triple helix. Konsep triple helix adalah kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri serta masyarakat.
"Kerja sama ini diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat, terutama ibu dan anak mendapatkan produk makanan bernutrisi yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dalam masa pandemi. LIPI berupaya menjadi hub untuk kegiatan riset serta aktivitas kreatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Kami membuka semua infrastruktur, jaringan, dan SDM peneliti untuk bisa dimanfaatkan oleh semua pihak termasuk industri," terang Laksana Tri Handoko, Kepala LIPI.
Dalam kesempatan itu, LIPI dan Danone SN Indonesia mendonasikan pangan fortifikasi kepada Foodbank of Indonesia. Donasi itu berupa 5.000 buah Probarz dan 4.000 buah Aitamie.
Donasi diserahkan oleh Presiden Direktur Danone SN Indonesia, Connie Ang dan Kepala LIPI kepada Pendiri Foodbank of Indonesia, Hendro Utomo. (Al-Hanaan)
Foto: Ristek BRIN



Comments