LPDB KUMKM Berpotensi Menjawab Dua Kebutuhan Koperasi Ternak di Lampung
- MyCity News

- Aug 3, 2020
- 2 min read

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) bisa membiayai permodalan dana bergulir bagi Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera (MS).
Hal itu dinyatakan oleh Direktur Utama LPDB KUMKM, Supomo di sentra peternakan sapi Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Sabtu (25/7/2020). Dalam kunjungan itu, ia mendampingi Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.
Baca Juga: Pangkas Biaya Listrik Hingga 100%, Rida: Untuk Masyarakat yang Terdampak, Negara Harus Hadir
KPT MS adalah koperasi pembiakan sapi dengan skema bagi hasil, pengadaan dan perdagangan sapi, produksi dan penjualan pakan, pinjaman sapi, dan penjualan produk limbah ternak.
"Kami masih lihat-lihat dan survei terhadap eksistensi koperasinya. Kita juga masih menggali apa sebetulnya kebutuhan mereka. Dan mereka pun belum mengajukan proposal pembiayaan dana bergulir," kata Supomo.
Supomo menyimpulkan dua hal kebutuhan koperasi, yaitu ketersediaan pakan ternak dan peningkatan populasi sapi.
"Dalam dialog tadi yang juga dihadiri perwakilan dari Bank Indonesia (BI) Lampung disebutkan bahwa penguatan permodalan bagi para peternak sapi untuk meningkatkan populasi sapi, lebih tepat melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR)," terang Supomo.
Di sisi lain, LPDB KUMKM bisa menyediakan permodalan untuk pengadaan pakan ternak.
"Kalau peternak sapi beli pakan ternak sendiri-sendiri kurang efisien. Maka, bisa beli melalui koperasi. Disitu LPDB berpotensi untuk menggulirkan dana bergulir," jelas Supomo.
Ketua KPT MS, Jaya Suhadi mengatakan para anggotanya sangat ingin mengkredit sapi, namun koperasi mengalami kesulitan permodalan.
"Koperasi yang membutuhkan sekitar 100 ekor sapi. Yang jika ditotalkan dalam rupiah berarti sebesar Rp2 miliar dengan masa tenor atau lamanya angsuran kredit selama 2-3 tahun," ungkap Jaya.
Menurut hitungan Jaya, satu peternak akan mengkredit Rp700 ribu - Rp1 juta per bulan. Kebutuhan 100 ekor sapi bisa dikredit sebanyak 20 ekor sapi per bulan.
"Satu peternak setidaknya harus memiliki 10-13 ekor sapi. Namun, saat ini, para peternak yang menjadi anggota koperasi baru memiliki 1-2 ekor sapi," tandas Jaya. (Al-Hanaan)
Foto: LPDB-KUMKM



Comments