Demi UMKM, Bos BCA Serukan Pembangunan Menara BTS
- MyCity News

- Aug 31, 2020
- 2 min read

Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja menilai infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah salah satu komponen penting bagi kelangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah pandemi Covid-19, pelaku UMKM mengandalkan transaksi digital untuk bertahan.
Hal itu dikemukakan oleh Jahja dalam High Impact Seminar dan Kick Off Program BI dalam GerNas Bangga Buatan Indonesia bertema "Mewujudkan UMKM sebagai Kekuatan Baru Perekonomian Nasional: Sinergi Program Transformasi UMKM Memasuki Ekosistem Digital" Minggu (30/8/2020).
Baca Juga: Senin (31/8/2020), Kasus Positif Covid-19 Bertambah 2.743, Sembuh 1.774, Meninggal Dunia 74Untuk itu, Jahja mendorong agar pemerintah mengejar pembangunan menara jaringan internet (base transceiver station/BTS). Dalam kesempatan itu, ia membandingkan Cina dengan Indonesia mengenai kepemilikan BTS.
"Sekedar contoh, di Cina ada 2 juta tower, di Indonesia baru 90 ribu, di Cina 8 juta BTS, kita baru 800 ribu. Betul-betul untuk penyebaran tower dan BTS penting untuk UMKM sehingga tidak kesulitan melakukan transaksi," katanya.
Lebih lanjut, Jahja menilai UMKM Indonesia belum menjadi pemain utama di e-commerce dalam negeri. Pasalnya, produk impor masih mendominasi penjualan di e-commerce terkemuka.
"Shopee, Tokopedia, dan lainnya sebagian besar mereka masih menjual produk impor. UMKM kita belum punya super apps yang bisa menempatkan produk lokal. Ini yang perlu ditekankan, apabila kalau kita minta buatan indonesia untuk berkembang," katanya.
Tak lupa, Jahja juga mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) dalam mendukung UMKM. Dalam hal ini, BI sudah merilis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memudahkan sistem pembayaran.
Ada hal lain yang krusial, yaitut pasar dalam plaform e-commerce. Ia juga menekankan pentingnya bekerja sama dengan daerah.
"Kalau pasar tradisional ada, kita butuh pasar platform e-commerce yang bisa (menjangkau) secara nasional," katanya.
Ia berharap platform e-commerce bisa menampung seluruh pelaku UMKM yang ingin memasarkan produk.
Menanggapi pernyataan Bos BCA, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Gerard Plate mengatakan pemerintah bersama provider mengejar pembangunan menara jaringan internet dan BTS. Alokasi anggaran belanja modal dan operasional dua elemen itu mencapai Rp74 triliun hingga 2024.
"Di samping belanja capex dan opex yang akan dilakukan oleh operator selular di dalam liberalisasi, seharusnya pada izin diberikan operator selular dengan satu tugas, membangun seluruh infrastruktur TIK di seluruh tanah air," tutur Johnny.
Selain itu, pemerintah berkomitmen menyediakan sinyal 4G yang merata di seluruh Indonesia melalui peta jalan pembangunan 12 ribu BTS di Indonesia.
Dalam peta jalan Kominfo 2019, pihak mereka akan menyelesaikan upgrading 1.209 BTS di seluruh Tanah Air.
"Tahun 2021 nanti yang sudah di dalam roadmap dan disetujui Presiden Joko Widodo. Rencana akan melengkapi pembangunan 4.200 BTS di 4.200 desa di seluruh indonesia yang saat ini belum memiliki sinyal atau 4G," pungkas Johnny. (Al-Hanaan)
Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels



Comments