Demi Menangkan Persaingan, Presiden Jokowi Imbau Siswa Perwira TNI-Polri Buat Terobosan
- MyCity News

- Jul 29, 2020
- 2 min read

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau para siswa perwira TNI-Polri untuk bekerja dengan lebih cepat dan efisien. Bagi Jokowi, negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Untuk itu, mereka harus melakukan terobosan baru untuk memangkas cara kerja yang bertele-tele dan lamban.
"Berkali-kali saya sampaikan bahwa bukan negara besar mengalahkan negara kecil, kalau itu yang lalu iya, tetapi yang sekarang dan yang akan datang negara cepat yang akan mengalahkan negara yang lambat. Artinya, yang cepat yang akan menang," kata Presiden saat pengarahan "Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) Tahun Anggaran 2020" melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (28/7/2020).
Menurut Presiden, prosedur yang banyak dan birokrasi yang rumit membelenggu tata kelola pemerintahan.
"Inilah saya kira pekerjaan besar kita ke depan, termasuk di TNI dan Polri. Dan saudara-saudara nantinya akan berada di depan karena akan menjadi pimpinan-pimpinan di TNI dan Polri," ucap Presiden.
Presiden mengimbau peserta yang terdiri atas siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Sesko Angkatan, Sespimti (Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi), dan Sespimmen (Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah) Polri untuk menyumbangkan pemikiran berbeda yang segar. Selain itu, perwira TNI-Polri harus menemukan cara baru yag lebih cepat.
"Memacu anak buah kita untuk menempuh jalan yang lebih cepat, yang smart shortcut, yang goal oriented, berorientasi pada hasil, yang hasilnya bisa kita lihat dan bisa kita kalkulasi," ujar Presiden.
Kecepatan dan efisiensi dibutuhkan untuk memenangkan persaingan terlebih saat ini kita menghadapi krisis kesehatan dan ekonomi bersamaan. Harapannya, para siswa TNI-Polri untuk mengawal agenda baru yang urgen bagi negara.
"Kita ini harus, suasana seperti ini, kita harus berani mengubah channel dari channel ordinary yang biasa-biasa saja ke channel yang extra ordinary, channel yang luar biasa, baik itu kecepatan maupun cara-cara kerja kita," ungkap Presiden.
Terakhir, Presiden menyampaikan rasa optimis bahwa kita bisa keluar dari krisis dengan kondisi ekonomi yang sudah pulih.
"Sekali lagi, kalau cara-cara ini bisa kita lakukan, saya meyakini kita akan bisa melewati masa yang sulit ini, masa yang tidak mudah ini, kemudian kita akan masuk kepada sebuah budaya baru kerja di dalam situasi yang normal yang kita harapkan nantinya tahun depan kita sudah berada pada posisi pulih ekonomi, vaksinnya sudah ketemu, dan bisa dilaksanakan vaksinasi secara massal kepada seluruh rakyat di negara kita," pungkas Presiden. (Al-Hanaan)
Foto: Setneg



Comments