BPPT Dukung Hilirisasi di 4 Program Prioritas Nasional
- MyCity News

- Jul 14, 2020
- 2 min read

Pada Selasa (14/7/2020), Kedeputian Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT menggelar Rapat Kerja yang bertema "Jangan Kerja Biasa-biasa Saja" di Jakarta. Dalam rapat kerja itu, BPPT membahas Rencana Strategis RPJM IV 2020-2024 dan Reformasi Birokrasi.
Rapat kerja ini berfokus pada Rencana strategis Kedeputian TIRBR di empat bidang yaitu industri pertahanan, transportasi, maritim, dan permesinan.
Empat industri ini akan melaksanakan empat program prioritas nasional yaitu PUNA MALE Combatan, Teknologi Maritim, Perkeretaapian, dan Sistem Propulsi Kendaraan Listrik Berbasis Baterai.
"Semua produk atau luaran program prioritas riset nasional (flagship) harus bisa dilakukan hilirisasi dan dimanfaatkan baik mitra manufaktur maupun mitra pengguna," kata Hammam Riza, Kepala BPPT.
Selain empat program prioritas, Kedeputian TIRBR juga membantu program prioritas riset nasional yaitu program InaTEWS untuk mendukung Kedeputian TPSA, Green Fuel dan PLTP Skala kecil untuk mendukung Kedeputian TIEM.
Untuk menjamin keberhasilan program, diperlukan proses perencanaan dan penganggaran yang runtut dan terpadu, sehingga akan memudahkan evaluasi. Perencanaan strategis dapat dilihat melalui keterkaitan antara output, outcome, dan impact dari program.
Kedeputian TIRBR juga melakukan rancang bangun seperti Mobile BSL 2, face shield, dan mobile hand whasing untuk mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19.
Melalui Pusyantek dan Mitra Manufaktur, BPPT menerima pesanan Mobile BSL 2 dari BNI, pendanaan riset-pro/LPDP, dan JICA masing-masing satu unit. Saat ini, BPPT sedang bernegosiasi dengan Gugus Tugas Covid-19 untuk pemesanan 10 unit Mobile BSL 2.
"Hasil ini menjadi pelajaran berharga bahwa suatu inovasi dapat terlaksana dalam waktu singkat dengan penerapan pola kerja Solid, Smart, Speed," terang Hammam Riza.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR-BPPT), Wahyu Widodo Pandoe mengatakan rapat kerja tahun 2020 merumuskan berbagai hal penting seperti kerja sama antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.
Di sisi lain, pemerintah juga menawarkan penambahan anggaran untuk menunjang program prioritas nasional melalui pendanaan Riset-Pro dari LPDP.
"Diharapkan dengan adanya rapat kerja ini, peran para perekayasa dan peneliti dapat ikut mempercepat hilirisasi berbagai prototype hasil riset sehingga hasil-hasil riset yang diperoleh dapat dinikmati oleh masyarakat," Hammam memungkasi. (Al-Hanaan)
Foto: BPPT



Comments