BMKG: Sebagian Besar Sulawesi Bakal Hujan Hingga 21 Juli 2020
- MyCity News

- Jul 20, 2020
- 2 min read

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, BPBD Kota Palopo, Basarnas, Palang Merah Indonesia, Tagana Kabupaten Luwu Utara, Petugas Damkar Luwu dibantu dari unsur TNI/Polri beserta warga di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara menemukan korban perempuan di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Penemuan korban tewas itu pada Sabtu (18/7/2020) pukul 09.00 WITA. Proses evakuasi korban memakan waktu empat jam. Korban tewas tertimbun lumpur dan pepohonan serta akses jalan yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki membuat proses evakuasi sulit.
Ada 36 orang tewas, 67 orang hilang, 51 luka, dan 14.483 orang mengungsi di tiga kecamatan per Minggu (19/7/2020). Tiga kecamatan itu adalah Kecamatan Sabbang, Kecamatan Baebunta dan Kecamatan Masamba.
Sampai sekarang, tim gabungan masih mencari korban yang hilang. Ada ratusan rumah tertutup lumpur setinggi dua meter lebih. Selain itu, ada lokasi yang belum bisa diakses. Diduga korban banyak yang tertimbun lumpur dan terseret arus.
Tim gabungan juga mengerahkan beberapa ekskavator untuk memudahkan pencarian dan membersihkan akses jalan yang terputus akibat tertimbun lumpur.
Hingga Sabtu (18/7/2020), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat turun di Kecamatan Masamba. Masamba adalah wilayah yang paling parah terdampak di Kabupaten Luwu Utara.
Pada Jumat (17/7/2020) pukul 22.00 WITA sampai 23.00 WITA hujan turun dengan intensitas lebat.
Hujan kembali turun pada Sabtu (18/7/2020) pukul 14.00 WITA sampai 14.15 WITA dan pukul 16.00 WITA sampai 16.10 WITA dengan intensitas sedang.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi hingga hari Selasa (21/7) mendatang di sebagian besar wilayah Sulawesi.
Wilayah yang masih berpotensi turun hujan diantaranya Sulawesi Utara bagian utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.
Oleh sebab itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar selalu waspada dan menyiapkan upaya mitigasi. Harapannya, bencana alam yang dipicu oleh faktor cuaca bisa diantisipasi. (Al-Hanaan)
Foto: Ranti Kartikaningrum - KOMBEN BNPB



Comments