Begini Cara Virus Covid-19 Menyerang Otak & Saraf
- MyCity News

- May 12, 2020
- 2 min read

Pandemi Corona yang disebabkan oleh infeksi virus Covid-19 kini menebar ancaman di seluruh dunia. Para ahli di bidang kesehatan terus berupaya untuk menemukan vaksin untuk menyembuhkan virus ini.
Kini, data kesehatan yang dipublikasikan di Journal of The American Medical Association, menemukan bahwa virus Corona memberikan dampak pada otak dan sistem saraf.
Temuan itu didapat setelah 36 persen pasien Covid-19 di Cina mengalami gangguan penciuman, nyeri saraf, kejang, dan stroke.
Menurut pakar neurologis dari NYU Langone Brooklyn Hospital, Jennifer Frontera, virus Covid-19 memberikan dampak pada otak dengan dua cara. Pertama, memicu respons imun secara abnormal sehingga membuat otak mengalami peradangan. Kedua, menginfeksi otak secara langsung yang dikenal dengan sebutan ensefalitis virus.
Satu teori yang beredar di komunitas ilmiah dan medis adalah bahwa virus dapat memasuki sistem saraf melalui bohlam penciuman, yang terletak tepat di atas rongga hidung dan mentransmisikan informasi dari hidung ke otak.
Ini bisa menjelaskan mengapa banyak orang dengan corona dilaporkan mengalami kehilangan penciuman. Kemudian, kerusakan sistem saraf yang dialami orang dengan infeksi corona dikarenakan ketika tubuh melawan infeksi, bukan infeksi itu sendiri yang menyakiti otak dan saraf, tetapi respons tubuh ketika mencoba melawan infeksi tersebut.
Inilah yang dapat menyebabkan otak dan saraf terluka. Ketika tubuh melawan virus penyebab flu, misalnya respons kekebalan tubuh dapat memicu pusing dan sakit kepala. Sakit kepala adalah gejala neurologis yang mungkin diakibatkan dari corona.
Kesulitan bernapas juga menjadi gejala umum untuk orang dengan kasus corona. Ini menunjukkan kemungkinan terjadi infeksi primer di batang otak, terutama bagian yang menampung pusat pernapasan dan mengendalikan pernapasan.
Infeksi pada bagian sistem saraf ini dapat semakin memperburuk gejala kegagalan pada pernapasan pasien. Untuk saat ini, hubungan antara corona dan kerusakan otak dan sistem saraf masih mengabur.
Apakah ini karena infeksi langsung dari virus tersebut atau peradangan sistemik yang pasien mungkin miliki karena respons kekebalan tubuh terhadap virus. Cedera pada otak dan sistem saraf juga bisa merupakan akibat dari hilangnya oksigen dari paru-paru yang rusak yang mengakibatkan kegagalan multisistem organ.
Keseluruhan proses ini menempatkan seseorang pada situasi yang kritis dan bisa jadi berperan dalam pengembangan komplikasi neurologis. (Arie Nugroho)



Comments