top of page

Bank Syariah BUMN Bakal Merger Februari 2021

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 21, 2020
  • 2 min read


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berencana menggabungkan bank syariah milik negara. Tampaknya rencana itu sudah disetujui oleh pemegang saham. Nantinya bank merger ini berada di bawah koordinasi himpunan bank milik negara (himbara).


Wakil Dikrektur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Hery Gunardi memandang potensi perbankan syariah di Indonesia sangat besar. Bank syariah juga tangguh menghadapi situasi krisis.

"Dan ini tunjukkan, bahwa merger ini tujuannya untuk optimalkan bank syariah di bawah koordinasi himbara dan ini tujuannya baik, mudah-mudahan berjalan lancar," kata Hery, Rabu (19/8/2020).


Namun, Hery belum menjelas entitas bank syariah yang akan menjadi survival.

"Tidak ada holding karena nanti ada survivalnya, saat ini belum ada info," tandas Hery.


Hery melanjutkan, penetrasi bank syariah di Indonesia sebesar 8,5%-9%. Angka ini jauh dibandingkan Malaysia dengan penetrasi bank syariah sekitar 40%-50% dan Timur Tengah mencapai 80%-90%.


Saat ini, Indonesia belum punya bank syariah besar. Bahkan masuk 20 besar dunia pun tidak. Padahal Indonesia adalah populasi umat Islam terbesar dunia.


"Tujuan Kementerian BUMN ingin bangun satu bank yang solid, besar sehingga ada top ten bank di indonensia dan sejajar dengan bank konvensional di market," ujarnya.

Beberapa minggu lalu, Erick Thohir mengatakan akan menggabungkan bank syariah plat merah pada Februari bulan depan.


Memang ini bukan wacana baru. Hal ini juga sempat diwacanakan oleh Dahlan Iskan kala menjabat sebagai Menteri BUMN.


"Kita coba sedang kaji bank-bank syariah kita ini nanti semua kita coba mergerin. Insya Allah Februari tahun depan jadi satu. Bank Syariah Mandiri, BNI, dan BRI," kata Erick Thohir, Kamis (2/7/2020).


Mantan bos FC Internazionale itu melihat potensi besar bank syariah di Indonesia. Pasalnya Indonesia adalah negara berpenduduk mayoritas Islam.


"Lalu kenapa saya menginginkan merger syariah, karena Indonesia yang penduduk muslim terbesar tidak punya fasilitas itu. Nah, kalau syariah di-merger ia bisa menjadi top bank yang menjadi alternatif pilihan," tutur Erick, mantan presiden klub Inter Milan ke-21.

Saat ini, BUMN mempunyai tiga anak usaha bank umum syariah, yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri. Satu entitas bank syariah merger atau tiga bank syariah itu senilai Rp207 triliun.


Untuk Bank BTN masih berupa unit syariah yaitu Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). (Al-Hanaan)


Foto: Saham OK


Comments


bottom of page