Air Bersih dan Tenda, Kebutuhan Utama Korban Banjir Luwu Utara
- MyCity News

- Jul 20, 2020
- 2 min read

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, Hermansyah mengatakan air bersih adalah kebutuhan utama bagi warga terdampak di lokasi pengungsian.
"Semua fasilitas di lokasi pengungsian telah diberikan mulai dari makanan, dapur umum, baju layak pakai sampai toilet. Namun saat ini air bersih menjadi hal yang utama dan paling dibutuhkan oleh para pengungsi," terang Hermansyah melalui telepon di Kabupaten Luwu Utara pada Sabtu (18/7/2020).
Menurut data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, sebanyak 76 titik pengungsian yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Sabbang, Baebunta, dan Masamba.
"Saat ini kapasitas warga di setiap lokasi pengungsian sekitar 70 sampai 100 orang," ungkap Hermansyah.
Selain air bersih, korban banjir juga membutuhkan tenda pengungsian. Kecamatan Masamba memanfaatkan gedung-gedung tertentu sebagai tempat mengungsi.
"Kami juga membutuhkan tenda-tenda pengungsi. Untuk mengantisipasi kekurangan tenda, warga terdampak di Kecamatan Masamba menggunakan gedung-gedung sebagai lokasi pengungsian," ucap Hermansyah.
Pemerintah daerah setempat juga memfasilitasi pelayanan kesehatan tambahan bagi warga rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita.
"Bagi para lansia, ibu hamil dan balita, kami tetap berikan pelayanan khusus, khususnya dengan pelayanan kesehatan tambahan bagi mereka," imbuh Hermansyah.
Selain melakukan evakuasi ke lokasi pengungsian yang telah disiapkan, masyarakat terdampak pascabanjir bandang di Kabupaten Luwu Utara juga melakukan evakuasi mandiri di rumah kerabat yang tidak terdampak peristiwa tersebut.
"Cukup sulit melaksanakan protokol kesehatan di tengah situasi bencana. Kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan menjadi berkurangan karena sedang dihadapkan dengan kondisi seperti saat ini" ujar Hermansyah, Sekretaris BPBD Luwu Utara.
Ia juga mengapresiasi peran relawan yang membantu penanggulangan banjir bandang di Luwu Utara. Meski diterjang banjir, mereka tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Kami sangat terbantu dengan kehadiran para relawan yang tidak hanya membantu penanggulangan bencana, namun juga memastikan bahwa para pengungsi tetap melaksanakan protokol kesehatan. Mereka memberi bantuan masker dan mengingatkan cuci tangan," ungkap Hermansyah.
Luwu Utara diterjang banjir pada Senin (13/7/2020) akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak 12-13 Juli 2020. Hujan itu menyebabkan Sungai Rongkong, Sungai Meli, dan Sungai Masamba meluap.
Per Sabtu (18/7/2020) pukul 07.00 WITA, jumlah korban tewas sebanyak 36 orang, 67 orang hilang, 51 orang luka, dan 14.483 orang mengungsi di Kecamatan Sabbang, Baebunta, dan Masamba. (Al-Hanaan)
Foto: Ranti Kartikaningrum - KOMBEN BNPB



Comments