Warga Libanon Gotong-Royong Bersihkan Puing Ledakan Pelabuhan Beirut
- MyCity News

- Aug 7, 2020
- 2 min read

Ledakan dahsyat di Pelabuhan Kota Beirut, Libanon, pada 4 Agustus lalu masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Libanon dan dunia.
Ledakan di Beirut, Libanon, terjadi akibat amonium nitrat terjadi di gudang kimia tepatnya di gudang dekat pelabuhan.
Sebelumnya terjadi insiden tersebut, Libanon berada dalam situasi yang sangat sulit.
Tidak hanya harus menghadapi pandemi Virus Corona Covid-19 yang masih berkembang, Libanon juga harus menghadapi hiperinflasi, bahkan krisis kelaparan.
Baca Juga:
Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan ledakan itu disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di gudang.
Akibat peristiwa tersebut setidaknya menewaskan sedikitnya 137 orang dan melukai 5000 lainnya.
Ratusan pemuda Libanon menyapu serta membersihkan puing-puing bangunan akibat ledakan mematikan yang terjadi pada Selasa kemarin.
Ledakan itu menghancurkan jendela dan pintu banyak bangunan yang lokasinya dekat dekat dengan pusat ledakan.
"Kami sedang berusaha untuk memperbaiki negara ini. Kami telah mencoba untuk memperbaikinya selama sembilan bulan tetapi sekarang kami akan melakukannya dengan cara kami sendiri," kata Fadlallah seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (7/8/2020).
Operasi pembersihan secara spontan ini berlangsung di Beirut yang merupakan bentuk solidaritas dari kaum muda Libanon sebagai langkah bangkit bersama.
Dalam kelompok-kelompok kecil, mereka dengan penuh semangat menyapu kaca di bawah bangunan yang meledak, menyeretnya ke dalam kantong plastik.
Yang lainnya memanjat tangga yang dipenuhi puing-puing untuk menawarkan tempat tinggal kepada penduduk yang menghabiskan malam sebelumnya di udara terbuka.
Masyarakat Libanon di seluruh negeri telah menawarkan untuk menampung warga Beirut yang rumahnya mengalami kerusakan.
"Kami mengirim orang-orang ke rumah jompo dan tempat sahabat kami lainnya untuk membantu mereka menemukan rumah malam ini," kata Husam Abu Nasr, seorang sukarelawan berusia 30 tahun.
"Kami kecewa, karena negara tidak mengambil langkah-langkah untuk masalah ini, jadi kami mengambil tindakan sendiri," katanya. (Arie Nugroho)



Comments