top of page

Turki Siap Bantu Libanon Hadapi Dampak Ledakan Besar di Beirut

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 5, 2020
  • 2 min read


Ledakan besar terjadi di Ibu Kota Libanon, Beirut, pada Rabu (5/8/2020). Menanggapi hal itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menelpon Presiden Michel Aoun. Dia menegaskan Turki siap memberikan bantuan yang diperlukan dalam menghadapi dampak ledakan tersebut.


Kebakaran menyebabkan ledakan besar di gudang penyimpanan bahan peledak yang berada di Pelabuhan Beirut. Tak lama setelah kejadian itu, Presiden Erdogan langsung melakukan panggilan telepon ke Michel Aoun.


Tak hanya Erdogan, serangkaian pejabat tinggi Turki menyampaikan belasungkawa dan berjanji mendukung Libanon.


Baca Juga:


Pejabat negara pertama yang menangani bencana tersebut adalah Wakil Presiden Fuat Oktay, yang menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Lebanon, dan menambahkan bahwa Ankara siap membantu dengan apa pun yang diperlukan.


"Belasungkawa kepada saudara-saudara dan orang-orang yang ramah dari #Lebanon. Berharap tidak akan ada kerugian lagi. Siap membantu saudara-saudari Lebanon kita dengan cara apa pun," Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu juga mengatakan mengenai ledakan itu.


Pernyataan serupa juga datang dari Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) yang berkuasa, yang mengatakan bahwa mereka akan mendukung rakyat Beirut pada jam yang sulit ini.


Namun Menteri Dalam Negeri Muhammad Fahmi mengatakan penyelidikan awal menyatakan ledakan itu berasal dari bahan peledak yang disita bertahun-tahun lalu.


Dia menuturkan pihak Bea Cukai harus ditanyakan mengapa bahan peledak itu ada di sana.


Kepala Keamanan Jenderal Abbas Ibrahim mengunjungi lokasi ledakan dan mengatakan ledakan itu disebabkan oleh bahan peledak besar yang disimpan di sebuah gudang.


"Kita ada di jalan masuk pelabuhan Beirut, Anda bisa lihat kerusakan di belakang saya. Ambulans terus berdatangan untuk mengevakuasi korban," kata reporter Aljazeera Zeina Khodr.


"Sejauh ini menurut sumber keamanan, sedikitnya sepuluh orang tewas akibat ledakan ini tapi tampaknya angka itu akan bertambah karena menurut menteri kesehatan dan juga Palang Merah Libanon, ratusan orang terluka dalam kejadian ini." (Arie Nugroho)




Comments


bottom of page