Turki Kutuk Aksi Pembakaran Al-Quran di Swedia
- MyCity News

- Aug 31, 2020
- 1 min read

Aksi demonstrasi di Swedia berujung kepada kerusuhan. Bahkan, sampai ada insiden pembakaran Al-Quran. Terkait hal itu, Pemerintah Turki mengutuk aksi tersebut.
Seperti dinukil Anadolu Agency, Senin (31/8/2020), Pemerintah Turki Turki menyampaikan kecaman pada aksi tersebut melalui Kementerian Luar Negeri mereka.
Turki juga mengecam Rasmus Paludan, politisi anti-Islam yang disebut sebagai provokator aksi ini.
Baca Juga:
"Kami mengutuk keras provokasi mengerikan yang dilakukan oleh seorang politisi Islamofobia dan rasis serta pengikutnya yang datang ke Denmark dari kota Malmo, Swedia," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.
Rasmus Paludan, pemimpin kelompok anti-Islam Tight Direction (Stram Kurs), bersama para pendukungnya membakar Alquran pada Jumat (28/8/2020) malam waktu setempat.
Setelah rekaman itu muncul di internet, kelompok anti rasis di Malmo bereaksi terhadap kejadian tersebut dan para aktivis memblokir lalu lintas dan membakar ban di jalan.
Polisi menahan tiga orang yang membakar Alquran. Pemimpin rasis Denmark Paludan dilarang memasuki Swedia selama dua tahun.
"Tindakan provokatif ini merupakan pukulan berat bagi budaya hidup berdampingan dan nilai-nilai Eropa," tutup pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki. (Arie Nugroho)



Comments