Target Lifting Minyak Bumi 2021 Dinilai DPR Tak Realistis
- MyCity News

- Jun 26, 2020
- 2 min read

Pada RAPBN 2021, Pemerintah mengusulkan target lifting minyak sebesar 677-737 BOPD. Hal itu diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM), Arifin Tasrif.
Arifin Tasrif mengungkapkannya dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR, Jumat (26/6/2020). Adapun, lifting gas bumi dipatok ke 1,09-1,17 juta BOEPD. Dengan demikian, total lifting minyak dan gas sebesar 1,76-1,91 juta BOEPD.
"Usulan RAPBN 2021 untuk lifting migas dengan mempertimbangkan minyak saat ini adalah 1,76 - 1,91 juta barel setara minyak. Dengan rincian lifting minyak bumi sebesar 677 - 737 ribu barel per hari, gas bumi 1,09 -1,17 juta barel setara minyak per hari," katanya.
Baca Juga:
Hal itu mendapat tanggapan anggota Komisi VII DPR, Ratna Juwita Sari. Dia meminta target lifting fokus ke ambang batas.
"Untuk di 2021 mengingat pasti banyak sektor produksi terdampak saya menawarkan pak, itu ada di angka ambang atasnya saja, jangan ambang bawah," ujar Juwita.
"Kalau saya bicara eksisting aja target yang bisa dicapai mungkin angka 710 masih real pak, dengan catatan segera dimaksimalkan itu kilang yang bapak punya sehingga bisa diperkuat hasil alam kita sendiri," dia menambahkan.
Anggota DPR lain, Kardaya Warnika, mengatakan target lifting minyak pemerintah terlalu tinggi. Menurutnya paling realistis target lifting minyak berkisar di antara 650-670 BOPD. Pasalnya, saat ini tak banyak cadangan migas baru ditemukan dan dibuka oleh pemerintah.
"Kalau menurut saya tahun depan ini akan turun, karena apa? Karena tak ada lapangan baru di buka tahun ini. Kalau nggak ada lapangan baru produksi minyak bakal turun, maka saya optimisnya 670, kalau mau pake 700 silakan aja, kalau mau realistis saya perkirakan 670, paling optimis 650," ujar Kardaya. (Arie Nugroho)



Comments