top of page

Lama Parkir di Garasi, Ini Tips Merawat Bodi Mobil Agar Tetap Mengkilap

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jun 18, 2020
  • 2 min read

Dengan berakhirnya PSBB di sejumlah wilayah di Indonesia, perlahan namun pasti geliat perekonomian dan aktivitas warganya pun mulai terlihat kembali.


Geliat perekonomian ini disertai dengan munculnya kembali mobil-mobil yang selama 3 bulan terakhir terparkir dengan rapi di garasi akibat PSBB.


Bagi sebagian orang, walaupun mobil tersebut sama sekali tidak digunakan, mereka tetap melakukan perawatan berkala, termasuk pada bodi kendaraan.


Namun, ada pemilik kendaraan yang berpendapat bahwa bodi mobilnya tidak perlu dirawat karena selama 3 bulan tidak jalan kemana-mana, jadi sudah pasti tetap mengkilap dan tidak mungkin ada kotoran yang menempel.



Menurut Marchel, pemilik Callys Car Beauty di bilangan Radio Dalam Jakarta, kendaraan yang terlihat mengkilap bukan berarti kendaraan itu bebas dari jamur, baik jamur bodi maupun kaca.


"Terlepas dari kendaraan itu digunakan untuk aktivitas sehari-hari maupun hanya terparkir saja selama 3 bulan di rumah," ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (16/6/2020).



Lebih jauh ia menjelaskan bahwa, itu disebabkan oleh iklim di Indonesia yang memiliki tingkat kelembaban cukup tinggi, ditambah seringnya perubahan cuaca dari panas ke hujan secara tiba-tiba.


"Otomatis hembusan partikel debu polusi udara yang menempel pada bodi kendaraan akan membuat kondisi cat kendaraan menjadi lebih cepat kusam dan berjamur," terangnya.


Untuk itu, Marchel menyarankan agar para pemilik kendaraan, khususnya mobil, walaupun tidak digunakan untuk beraktivitas tetap melakukan perawatan sederhana, minimal membersihkan bodi kendaraan 1 atau 2 hari sekali dengan menggunakan lap microfiber.



"Lap microfiber itu memiliki daya resap yang besar, baik terhadap air maupun kotoran atau debu halus. Di mana kotoran atau debu tersebut akan masuk ke dalam lapisan fiber kain dan tidak menyebabkan cat kendaraan tergores ketika kita melakukan pengelapan berulang-ulang," tukasnya.


Marchel menejelaskan, hal ini berbeda dengan lap sintetis chamois yang cenderung dapat membuat lecet bodi kendaraan dikarenakan kotoran atau debu akan tetap menempel pada permukaan lap tersebut.


Bagi pemilik kendaraan yang bodi-nya sudah di detailing atau sudah pernah di coating, pemilik racikan Callys Super Glossy ini menjelaskan bahwa sebaiknya hindari penggunaan shampoo mobil yang ber-Ph tinggi.



Menurutnya, ketika mobil sudah di coating atau minimal detailing, terkena air hujan atau cipratan kotoran, cukup siram saja dengan menggunakan air bersih lalu di lap menggunakan lap microfiber yang bersih.


"Saya tidak menyarankan untuk dicuci menggunakan shampoo mobil, apalagi terlalu sering, karena kandungan Ph pada shampoo mobil biasanya memiliki reaksi yang negatif terhadap bahan dasar poles detailing maupun coating," jelas Marchel.


Bagi pemilik kendaraan yang bodi-nya sudah di detailing atau sudah pernah di coating, pemilik racikan Callys Super Glossy ini menjelaskan bahwa sebaiknya hindari penggunaan shampoo mobil yang ber-Ph tinggi.



Menurutnya, ketika mobil sudah di coating atau minimal detailing, terkena air hujan atau cipratan kotoran, cukup siram saja dengan menggunakan air bersih lalu di lap menggunakan lap microfiber yang bersih.


"Saya tidak menyarankan untuk dicuci menggunakan shampoo mobil, apalagi terlalu sering, karena kandungan Ph pada shampoo mobil biasanya memiliki reaksi yang negatif terhadap bahan dasar poles detailing maupun coating," jelas Marchel. (DimasSatrio)


Foto: Istimewa

Comments


bottom of page