Kian Panas! Israel Tutup Kerem Shalom dan Buldoser Tepi Barat
- MyCity News

- Aug 12, 2020
- 2 min read

Pemerintah Israel menutup Kerem Shalom sejak Selasa (11/8/2020). Kerem Shalom adalah jalur penyebrangan utama Gaza, Palestina.
"Kerem Shalom Crossing akan ditutup untuk pengiriman semua barang, dengan pengecualian masuknya peralatan kemanusiaan penting dan bahan bakar," ucap perwakilan Kementerian Pertahanan Israel, seperti dilansir dari Arab News, Rabu (12/8/2020).
Penutupan Kerem Shalom dilakukan setelah serangan kelompok Hamas. Dikatakan bahwa Hamas menerbangkan balon peledak yang melukai warga.
"Keputusan itu dibuat setelah pertimbangan keamanan dan mengingat serangan teror berulang yang dilakukan oleh organisasi teroris di Jalur Gaza terhadap warga Israel, yang merupakan pelanggaran kedaulatan Israel," kata pejabat setempat, dikutip dari The Jerusalem Post.
Kerem Shalom adaah salah satu dari tiga penyeberangan perbatasan utama Gaza dengan Israel dan Mesir. Penutupan jalur berdampak pada material konstruksi karena peredaran logistik setiap hari melalui jalur ini. Sekarang, Gaza dikuasai oleh Hamas.
Melansir AFP, Hamas menembakkan beberapa roket ke laut pada Senin (10/8/2020). Ini terjadi setelah baku tembak dengan Israel beberapa hari sebelumnya.
Roket itu merupakan kode dari Hamas bahwa mereka tak akan tinggal diam menghadapi blokade dan serangan Israel. Hamas dan Israel sudah berperang sejak 2008.
Di sisi lain, pencaplokan wilayah Palestina di Tepi Barat (West Bank) oleh Israel masih terjadi. Bahkan, Aljazeera melaporkan Israel membuldoser sejumlah pemukiman Palestina di Tepi Barat hari ini.
"Setidaknya akan ada 30 bangunan yang dihancurkan," tulis Aljazeera, Rabu (12/8/2020).
"Pemerintah Israel mengatakan melakukan hal tersebut karena bangunan berdiri tanpa izin."
Pencaplokan Israel atas Palestina ditentang sebagian besar negara anggota PBB namun didukung penuh oleh Amerika Serikat. Bahkan Presiden AS Donald Trump bahkan membuat rencana pembagian wilayah Israel-Palestina dan menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (Al-Hanaan)
Foto: Suhaib Salem - Reuters



Comments