India Larang 59 Aplikasi Buatan Cina
- MyCity News

- Jun 30, 2020
- 2 min read

Pada Senin (28/6/2020), pemerintah India akan memblokir 59 aplikasi buatan Cina termasuk TikTok dan WeChat. Aplikasi lain yang masuk daftar larangan adalah peramban UC Alibaba, toko fashion daring Shein, dan peta Baidu juga dilarang. Demikian dilansir dari Nikkei, Selasa (30/6/2020).
Pemblokiran ini disebabkan kemunduran ekonomi dan bentrokan sengit antara India dan Cina di perbatasan Himalaya. Bentrokan di perbatasan Himalaya menewaskan 20 tentara India pada 15 Juni.
Bentrokan 15 Juni merupakan bentrokan tersengit antara India dan Cina selama 45 tahun. Dua negara bersenjata nuklir itu sudah lama bersitegang dan berbagi Garis Kendali Aktual (LAC) sepanjang 3.500 km. Garis Kendali Aktual itu adalah perbatasan de facto yang mereka ributkan pada 1962 silam.
Pelarangan itu disebut dengan 'aturan emergensi' yang penting untuk ketahanan nasional ketika India dan Cina mengalami jalan buntu dalam perselisihan.
Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi India, Ravi Shankar Prasad mencuit mengenai pelarangan aplikasi asal Cina. Dia mengatakan pelarangan itu demi keamanan, ketahanan, pertahanan, kedaulatan, dan integritas India serta melindungi data dan privasi rakyat India.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (29/6/2020) malam waktu setempat, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi menerima banyak keluhan dari berbagai sumber. Keluhan itu berupa penyalahgunaan aplikasi ponsel seperti pencurian data dan penyebaran data pengguna pada server yang berlokasi di luar India.
Pelarangan penggunaan aplikasi ini akan melindungi kepentingan pengguna internet di India. Termasuk keamanan dan kedaulatan dunia maya India. Meski demikian, pernyataan itu tidak menyebut Cina maupun perusahaan Cina secara spesifik.
"Meski rakyat Cina ingin memboikot produk India, tak banyak produk India yang bisa diboikot," cuit Hu Xijin, Kepala redaksi koran Global Times. Koran Global Times merupakan koran yang dikelola oleh Partai Komunis Cina.
"Buat kawan-kawan India, Anda harus melakukan hal yang lebih penting daripada nasionalisme," Hu menambahkan.
Direktur Gateway House, Blaise Fernandes mengatakan pelarangan itu akan merugikan ByteDance selaku platform konten TikTok.
"Alibaba dan Tencent adalah bagian dari 'Jalur Sutra' digital Cina," kata Fernandes. Tencent merupakan perusahaan yang meluncurkan WeChat.
"Pelarangan 59 aplikasi Cina di India akan berdampak negatif terhadap valuasi aplikasi dan investor aplikasi. Masalahnya, 30% penawaran umum perdana (IPO) TikTok berasal dari India. Pelarangan ini akan berdampak negatif pada valuasi TikTok," terang Fernandes.
Pelarangan muncul bertepatan dengan langkah lain yang dilakukan India untuk meninjau hubungan ekonomi dengan Cina berkaitan dengan bentrokan di perbatasan wilayah Ladakh. Pemerintah mengimbau telekomunikasi milik negeri agar tidak menggunakan produk Huawei dan perusahaan Cina lain serta memasang tarif tinggi untuk barang buatan Cina. (Al-Hanaan)
Foto: The Next Web



Comments