top of page

Gara-gara Covid-19, Masyarakat Indonesia Rogoh Kocek Lebih Dalam untuk Kuota Internet

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • May 15, 2020
  • 2 min read


Wabah Virus Covid-19 membuat masyarakat Indonesia banyak menghabiskan waktu di rumah karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Work From Home (WFH). Pengeluaran masyarakan untuk kategori digital pun naik. Setidaknya 67 persen masyarakat lebih sering menonton televisi, dan 55 persen masyarakat lebih sering menonton video YouTube serta berselancar di media sosial. Bermain gim video pun dilakukan oleh 1 dari 3 masyarakat di Indonesia. "Karena aktifitas di dunia digital meningkat, pengeluaran masyarakat untuk kategori digital pun naik. Pengeluaran 23 persen masyarakat untuk pulsa internet di ponsel lebih besar dibanding Ramadhan tahun lalu," tutur CEO SurveySensum & NeuroSensum, Rajiv Lamba, kepada MyCity, Jumat (15/5/2020). "Begitu pula pengeluaran untuk berlangganan internet di rumah bagi 18 persen konsumen kami," dia menambahkan. Paket berlangganan produk digital pun turut mengalami kenaikan. Sekitar 11 persen konsumen mengeluarkan uang lebih banyak untuk berlangganan aplikasi edukasi elektronik dan 9 persen konsumen untuk berlangganan aplikasi streaming film. Ini belum termasuk 8 persen konsumen yang membeli paket token dalam aplikasi gim online. Ada pula masyarakat yang memanfaatkan waktu dengan membaca, yaitu 28 persen. Aktifitas lain yang meningkat selama Ramadhan 2020 yaitu bermain gim, kursus online, olahraga melalui aplikasi, dan menonton film melalui media Over-The-Top (OTT). "Tahun ini aktifitas masyarakat bermedia sosial selama Ramadhan semakin beragam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat semakin antusias untuk berbagi. Membagikan foto keluarga atau anak adalah yang paling banyak dilakukan, oleh setidaknya 66 persen masyarakat," ungkap dia. Ramadhan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk memasak sendiri di rumah bagi sebagian besar masyarakat. Tak heran bila 45 persen masyarakat lebih aktif membagikan foto maupun resep masakannya dan 22 persen masyarakat mulai menjajal aplikasi masak-memasak online. Foto makanan yang dibeli pun juga dibagikan di media sosial oleh 28 persen masyarakat. Di waktu yang sama, masyarakat semakin sering mengikuti tantangan-tantangan di media sosial (19 persen), membuat video TikTok (14 persen), menulis blog dan e-stories (12 persen), menyiarkan Instagram Live (12 persen), atau membuat video YouTube (10 persen). (Arie Nugroho)

Comments


bottom of page