top of page

Cina Bisa Seret Indonesia di Konflik Laut Cina Selatan

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 29, 2020
  • 2 min read


Cina dikatakan bisa menjerat Indonesia demi memuluskan visinya di Laut Cina Selatan melalui sebuah proposal. Padahal, Tanah Air sudah menegaskan posisinya sebagai non-penggugat di Laut Cina Selatan.


Hal itu dikatakan Aristyo Rizka Darmawan, yang menuliskan keresahannya mengenai posisi Indonesia di Laut Cina Selatan pada tulisannya yang dimuat The Interpreter.


Aristyo merupakan seorang dosen sekaligus peneliti senior di Center for Sustainable Ocean Policy di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan fokus penelitian pada keamanan maritim di Asia dan Pasifik.


Baca Juga:


Seperti diketahui, Cina telah mengajukan beberapa proposal pembangunan bersama di Laut Cina Selatan sejak 2017, kepada Filipina, Vietnam, dan Indonesia.


Dalam proposal tersebut Cina mengusulkan untuk membentuk Spartly Resource Management Authority (SRMA), dengan keanggotaan tidak hanya dari negara-negara penggugat yang bersengketa, yaitu Brunei, Cina, Malaysia, Vietnam, dan Filipina, tetapi juga Indonesia.


Kekhawatiran itu berasal dari artikel yang pernah ditulis oleh Huaigao Qi dari Universitas Fudan. Artikel tersebut telah diterbitkan tahun lalu di Journal Contemporary East Asian Studies.


Dalam artikel yang ditulis oleh Huaigao disebutkan, tujuan Cina adalah memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan wilayah yang damai dan stabil, serta mengembangkan hubungan baik dengan negara-negara pesisir lainnya dan mengurangi persaingan Cina-Amerika Serikat (AS) di wilayah yang disengketakan.


Menurutnya bekerja sama dengan China sama saja dengan memvalidasi klaim Laut Cina Selatan, sebuah langkah yang akan sepenuhnya bertentangan dengan kepentingan Indonesia.


"Penerbitan serangkaian catatan diplomatik antara kedua negara baru-baru ini membuat jelas Indonesia harus waspada terhadap niat Cina. Indonesia tidak boleh melibatkan proposal apa pun dari Beijing terkait dengan pembangunan bersama di Laut Cina Selatan," jelasnya.


Langkah Cina yang menyeret Indonesia dalam pusaran konflik sengketa wilayah itu menjadi sorotan kelompok think tank yang berbasis di Sydney; Lowy Institute, Jumat (28/8/2020), dengan artikel berjudul "Jakarta should be wary of Beijing's South China Sea proposals". (Arie Nugroho)




Comments


bottom of page