top of page

Cegah Hoax, Facebook Blokir Iklan Politik Sebelum Pilpres AS

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Sep 4, 2020
  • 1 min read

Facebook akan memblokir iklan politik dalam satu minggu sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) yang akan digelar pada 3 November 2020 mendatang. Langkah ini disebut Facebook merupakan bentuk perlawanan terhadap disinformasi.


Facebook juga berjanji akan mengecek berbagai klaim kemenangan perolehan suara yang masih prematur. Raksasa jejaring media sosial itu menegaskan akan memberikan label terhadap postingan apabila ada kandidat yang menyatakan sebagai pemenang sebelum perhitungan suara berakhir.


"Kami akan menambahkan label ke postingan mereka yang mengarahkan orang ke hasil resmi," kata CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dikutip dari CNN, Jumat (4/9/2020).



Facebook juga berjanji akan memberikan label informasi lainnya ke konten apa pun yang berusaha delegitimasi hasil atau mengklaim pemungutan suara yang sah adalah sebuah penipuan.


"Saya prihatin tentang tantangan yang bisa dihadapi orang saat memberikan suara. Dan hasil pemilu yang berpotensi memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu untuk diselesaikan, mungkin ada peningkatan risiko kerusuhan sipil di seluruh negeri,"tambah Zuckerberg.


Demokrat telah lama memperingatkan bahwa Presiden Donald Trump dan para pendukungnya akan membuat kekacauan dengan klaim palsu pada 3 November, ketika pemungutan suara akan berlangsung.



Hoaks dan disinformasi ini akan ditabur di tengah krisis kesehatan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, kerusuhan sosial dan protes untuk keadilan rasial.


Dilansir dari AFP, Zuckerberg sendiri mengalami perang melawan teori konspirasi, maupun disinformasi di Facebook.



"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi demokrasi kita. Itu berarti membantu orang mendaftar dan memberikan suara, membersihkan kebingungan tentang bagaimana pemilu ini akan berjalan, dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kemungkinan kekerasan dan kerusuhan," kata Zuckerberg. (Dimas Satrio)


Foto: Istimewa


Comments


bottom of page