top of page

Begini Cara Pakai Masker yang Benar ala Dokter Reisa

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 6, 2020
  • 2 min read


Penggunaan masker merupakan salah satu cara mencegah penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Masker kain dan masker bedah dapat digunakan di ruang publik oleh masyarakat agar terhindar dari penularan Covid-19. Penggunaan masker dapat mencegah peluang penularan 50 persen lebih. Demikian pernyataan dokter Reisa Broto Asmoro pada konferensi pers daring, Minggu (5/7/2020).


Untuk itu, masyarakat wajib mencuci tangan sebelum memakai masker. Cuci tangan dilakukan dengan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik. Bila tak ada air, gunakan penyanitasi tangan (hand sanitizer) atau cairan pembersih tangan berbasis alkohol.


"Pasang masker untuk menutupi mulut dan hidung, dan pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker,"kata dokter Reisa, seperti dikutip dari covid19.go.id, Senin (6/7/2020).


Masker juga jangan terlalu sering disentuh. "Bila tersentuh, segera cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, minimal 20 detik atau menggunakan cairan pembersih tangan," dr. Reisa menambahkan.


Masker kain harus diganti setiap empat jam. Bila masker basah atau lembap, harus segera diganti. Untuk itu, dokter Reisa menyarankan membawa beberapa masker selama berpergian.


Memakai masker pun harus melepaskan dari belakang perlahan. Hanya tali yang bisa disentuh. Masker harus menjauhi wajah dan pakaian. Ia juga menyarankan cara membuang masker yang benar.


"Jangan sentuh bagian depan masker. Untuk masker satu kali pakai, segera buang di tempat sampah tertutup atau kantong plastik. Untuk masker kain, masukkan ke dalam kantong kertas atau kantong kain, atau menggunakan kantong plastik. Pisahkan dari barang bawaan yang lain. Sesampai di rumah, segera cuci dengan deterjen," saran dr. Reisa.


Kendati demikian, pemakaian masker saja tak cukup tanpa penerapan protokol kesehatan lain. Kita tetap harus menjaga jarak 1-2 meter dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.


Dokter Reisa juga menjelaskan dua jenis masker, yaitu masker bedah (masker medis/N95) dan masker kain (masker non-medis).


"Ada beberapa jenis masker yaitu masker medis. Ini adalah masker bedah atau masker N95, masker yang ditujukan untuk keperluan medis. Misalnya, untuk tenaga kesehatan, orang sakit, dan orang yang merawat orang sakit menggunakan masker medis ini," terang dr. Reisa.


Dokter Reisa merekomendasikan masker kain yang memiliki tiga lapisan kain. Lapisan dalam berbahan katun yang berupa bahan penyerap. Lapisan tengah berbahan polipropilena, kain tanpa tentun. Lapisan luar berupa bahan polyester atau campuran polyester yang tahan air.


Tak lupa dokter Reisa mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.


"Maka, kita segera bisa putus rantai penularan COVID-19. Mari berupaya agar pandemi dapat segera kita lalui. Kita pasti bisa," dokter Reisa memungkasi. (Al-Hanaan)


Foto: covid19.go.id

Comments


bottom of page