Bantuan Federal US$ 25 Miliar Berakhir, American Airlines PHK Massal 19.000 Karyawan
- MyCity News

- Aug 26, 2020
- 2 min read

Maskapai penerbangan American Airlines berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 19.000 karyawan pada Oktober setelah bantuan perlindungan pekerja dari pemerintah Amerika Serikat (AS) berakhir.
"Kami telah berkali-kali memberi Anda, seringkali informasi baru yang serius di dunia yang tidak dapat kami bayangkan selama pandemi ini," kata Doug Parker, CEO American Airlines dan Robert Isom, Presiden American Airlines, Selasa (25/8/2020).
"Hari ini adalah pesan tersulit yang harus kami umumkan sejauh ini, pengumuman pengurangan staf yang tak terhindarkan mulai 1 Oktober," mereka melanjutkan. Demikian dikutip dari CNBC, Rabu (26/8/2020).
American Airlines adalah maskapai penerbangan yang berbasih di Forth Worth, Texas. Perusahaan ini mempekerjakan 140.000 orang pada Maret.
Pemerintah AS telah melarang maskapai untuk merumahkan karyawan hingga 30 September. Larangan itu di bawah persyaratan paket bantuan federal senilai US$25 miliar (Rp350 triliun) bagi operator penerbangan untuk menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Bantuan itu berlaku mulai Maret hingga September.
Setelah bantuan berakhir, perusahaan tak sanggup mempekerjakan karyawan karena permintaan penerbangan turun drastis. Perwakilan American Airlines mengatakan kapasitas kuartal IV (Q4) menjadi setengah dari level 2019 dan penerbangan jarak jauh internasional hanya sebesar 25% dari jadwal 2019.
Setelah PHK Oktober, American Airlines mengatakan jumlah karyawan yang dirumahkan menjadi 40.000 orang. Jumlah itu termasuk 17.500 pekerja serikat, termasuk pramugari, pilot dan mekanik, dan 1.500 pekerjaan administrasi dan manajemen.
Pada Senin (24/8/2020), Delta Airlines juga mengumumkan rencana PHK sebanyak 1.941 pilot. Namun, perusahaan mengatakan rencana itu bisa berubah bilamana berhasil mencapai kesepakatan pemotongan biaya dengan serikat pekerja.
Pada Juli 2020, United Airlines juga mengumumkan risiko PHK sukarela pada 36.000 karyawan.
Penerbangan merupakan sektor yang paling besar terdampak karena pembatasan sosial yang membatasi mobillitas manusia.
Serikat pekerja dan operator berusaha meminta persertujuan bantuan Rp350 troliun lainnya agar tak ada PHK hingga Maret. Bantuan itu mencakup bantuan untuk pihak yang terdampak pandemi. Sayang, proposal itu gagal mendapat persetujuan kongres.
"Satu-satunya masalah dengan undang-undang tersebut adalah ketika diundangkan pada Maret, diasumsikan bahwa pada 30 September, virus akan terkendali dan permintaan untuk perjalanan udara akan kembali," kata perwakilan serikat pekerja dan operator.
"Perpanjangan bantuan federal akan memberikan satu kemungkinan yaitu menghindari PHK paksa ini pada 1 Oktober," kata para eksekutif penerbangan. (Al-Hanaan)
Foto: Istimewa



Comments