Aparat Tembak Pria Kulit Hitam 20 Kali Hingga Tewas, AS Kembali Rusuh
- MyCity News

- Sep 2, 2020
- 1 min read

Amerika Serikat (AS) kembali dilanda kerusuhan akibat isu rasial. Setelah Kenosha Wisconsin dan Portland, Oregon, kali ini isu rasial berlangsung di Los Angeles, California.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (2/9/2020), para demonstran menuntut hukuman atas deputi sheriff yang menembak pria Afrika-Amerika bernama Dijon Kizzee, Selasa (1/9/2020) waktu setempat.
Kizzee ditembak saat sedang mengendarai sepeda. Hal itu membuat 100 orang berkumpul meminta jawaban. Mereka membawa spanduk "Hentikan Polisi Pembunuh".
Baca Juga:
Di AS, deputi sheriff adalah pembantu kepala penegak hukum, sheriff, yang langsung dipilih publik. Sehingga jabatan sheriff adalah jabatan publik.
Sheriff sendiri adalah lembaga konstitusional di AS. Ia berbeda dengan polisi meski sama-sama lembaga penegak hukum.
Sementara itu, lembaga sheriff setempat mengatakan mereka mencoba menghentikan Kizzee karena melanggar aturan. Kizze melarikan diri namun para sheriff mengejarnya.
Dean mengatakan tidak jelas kode mana yang diduga dilanggar Kizzee. Namun pria itu sempat meninju wajah salah satu sheriff sambil menjatuhnya seikat bungkusan pakaian yang dibawanya.
"Dalam bungkusan pakaian yang dia jatuhkan ada pistol semi otomatis hitam," kata Letnan Brandon Dean, dari Departemen Sheriff County LA.
Sementara itu pengacara hak sipil yang mewakili keluarga Kizzee, Ben Crump, mengatakan lelaki itu ditembak lebih dari 20 kali. Ia mendesak saksi menghubunginya dengan informasi apapun.
"Mereka bilang dia lari, menjatuhkan pakaian dan pistol," kata Crump, yang juga mewakili keluarga Floyd, dalam Twitternya.
"Dia tidak mengambilnya, tapi mereka menembaknya di belakang 20+ kali lalu meninggalkannya selama berjam-jam."
Seorang saksi, Deja, mengatakan sempat berteriak saat hal itu terjadi. "Jangan tembak dia, jangan tembak dia," katanya. (Arie Nugroho)



Comments