top of page

Wilayah Zona Hijau Semakin Banyak, Epidemiolog Sarankan Tetap Waspada

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 15, 2020
  • 2 min read

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) mencatat zona risiko daerah yang terpapar Covid-19 berubah lebih baik. Menurut Ketua Tim Pakar GTPPC-19, perkembangan zonasi membaik sejak pertama kali diumumkan pada Minggu (31/5/2020).


"Selama tujuh pekan terakhir terjadi perkembangan yang sangat signifikan, Jika di akhir Mei zona merah (risiko tinggi) tersebar di 108 kabupaten/kota, kini per tanggal 12 Juli 2020 zona merah hanya tersebar di lima puluh lima kabupaten /kota," kata Wiku saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Selasa (14/7/2020).


Bahkan ada wilayah yang berubah drastis dari zona tinggi menjadi zona tidak terdampak.


"Jika melihat zona hijau (tidak terdampak) cukup banyak daerah di Indonesia yang mengubah zonasinya dari zona tinggi, sedang dan rendah untuk menjadi zona tidak terdampak atau tidak ada kasus," kata Wiku, epidemolog.


"Meskipun kecenderungan selama tujuh minggu terakhir terjadi peningkatkan yang baik, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga agar makin lama makin membaik lagi," Wiku melanjutkan.


Wiku menyebutkan delapan provinsi dengan jumlah kasus tinggi per 12 Juli 2020. Delapan provinsi ini menyumbang 74% kasus di Indonesia. Berikut rinciannya:


1. Jawa Timur 16.658 kasus;

2. DKI Jakarta 14.517 kasus;

3. Sulawesi Selatan 6.973 kasus;

4. Jawa Tengah 5.473 kasus;

5. Jawa Barat 5.007 kasus;

6. Kalimantan Selatan 4.146 kasus;

7. Sumatera Utara 2.323 kasus; dan

8. Papua 2.267 kasus.


Wiku mengimbau untuk meningkatkan 3T, yaitu pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing), dan pengobatan (treatment) di delapan provinsi itu agar jumlah kasus menurun di tiap provinsi.


"Perlu ditingkatkan tiga T, Testing, Tracing dan Treatment. Dengan harapan kasus ini akan bisa menurun dan lebih baik dan kondisi Indonesia secara keseluruhan lebih baik," Wiku menjelaskan.



Terakhir, Wiku berpesan untuk selalu bekerja sama menerapkan protokol kesehatan kapanpun dan di manapun.


"Pimpinan daerah dan masyarakat mari bekerja sama agar seluruh wilayah di Indonesia menjadi membaik dengan cara menerapkan protokol Kesehatan yang dijalankan secara individu ataupun kolektif," Wiku memungkasi. (Al-Hanaan)



Foto: M Arfari Dwiatmodjo - BNPB


Comments


bottom of page