top of page

Transmisi Covid-19 Melalui Udara Belum Terbukti Pasti

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 10, 2020
  • 1 min read


Karakter virus SARS-CoV-2 masih menjadi penelitian. Hal ini berguna sebagai pijakan dalam mengambil keputusan untuk menangani Covid-19.


Penelitian terbaru berkisar tentang transmisi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 melalui udara. Hasilnya, transmisi virus SARS-CoV-2 melalui udara belum terbukti secara pasti.


Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, Wiku Adisasmito menanyakan perkembangan penelitian virus SARS-CoV-2 pada WHO Indonesia. WHO Indonesia telah berkoordinasi aktif dengan para peneliti sejak April silam.


"WHO mendorong penelitian lebih lanjut di bidang ini. Seiring dengan transmisi melalui udara, kami melihat banyak rute transmisi lainnya, bekerja sama dengan para ahli dari berbagai bidang. WHO juga akan meringkas apa yang mereka ketahui dalam ringkasan ilmiah tentang transmisi, yang akan segera dirilis," kata Wiku pada Kamis (9/7/2020), dikutip dari laman BNPB, Jumat (8/7/2020).


Wiku mengatakan bahwa transmisi Covid-19 melalui udara bisa terjadi pada kondisi tertentu. Kondisi ini di mana suatu tindakan yang menimbulkan partikel aerosol.


Misalnya, memasang dan melepas selang intubasi endotrakea, bronkoskopi, penyedotan cairan dari saluran pernapasan, pemakaian nebulisasi, tindakan invasif dan non invasif pada saluran pernapasan, dan resusitasi jantung paru.


Publikasi New England Journal of Medicine terbaru mengevaluasi ketahanan virus SARS-CoV-2. Penelitian itu dilakukan dengan mengumpulkan aerosol dalam sebuah alat, lalu dimasukkan ke dalam tabung Goldberg dalam lingkungan terkendali laboratorium. Alat tersebut merupakan mesin berkekuatan tinggi dan tidak merefleksikan kondisi normal manusia saat batuk.


Hasil penelitian itu menunjukkan virus SARS-CoV-2 yang bertahan di udara selama tiga jam tidak mencerminkan kondisi klinis manusia saat batuk. Eksperimen dilakukan untuk melihat konsentrasi partikel yang melayang di udara.


Demi keamanan, WHO tetap menyarankan tindakan pencegahan berdasarkan tingkat risikonya di lingkungan dimana dilakukan prosedur yang menghasilkan aerosol. (Al-Hanaan)



Foto: BNPB

Comments


bottom of page