Surat Terbuka Siti Fadilah dari Rutan Pondok Bambu: Jangan Percaya Vaksin Covid-19 Bill Gates
- MyCity News

- May 25, 2020
- 4 min read

Mantan Menteri Kesehatan di era Susilo Bambang Yudhoyono, Siti Fadilah Supari, merasa sedih dengan pandemi Covid-19 yang menimpa Indonesia dan seluruh dunia. Dia pun menyampaikan kesedihannya lewat surat terbuka.
Siti Fadilah, yang saat ini berada di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, menulis surat terbuka dengan judul, "Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin."
Dalam surat tersebut, Siti menuliskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan agar melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tujuannya agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.
"Seperti yang kita saksikan, seluruh dunia terpuruk. Meski negara adidaya seperti Amerika pun menderita , bahkan kasusnya terbanyak di dunia dan kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti," tulis Siti.
"Di Eropa pun demikian juga korbannya juga cukup banyak. Apalagi khusus di negara Italia sangat parah boleh dikatakan terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk," dia menambahkan.
Namun, menurut Siti, Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu menghentikan wabah Covid-19 hanyalah vaksin corona. Di mana dia sangat yakin vaksin unggulannya akan siap 18 bulan ke depan. Bill Gates juga menekankan kalau pun wabah corona ini berhenti, belum tentu kehidupan bisa kembali seperti dulu lagi.
"Menurut saya andaikan vaksin dari Bill Gates dkk benar siap kita harus ingat ketika Ejikman melakukan sequencing virus strain indonesia ternyata karakter virus kita berbeda dengan virus yang beredar di negata yang sedang getol mengadakan ujicoba vaksin yang akan diproduksi besar-besaran untuk sedunia," ujar Siti.
"Kita harus hati-hati disini, berarti vaksin yang sedang mereka bikin berasal dari virus yang karakternya berbeda dengan vìrus yang ada di indonesia maka tidak akan kompatibel dengan kita (tidak cocok sehingga tidak akan efektif)," tegas Siti.
Menurut Siti, Bila melihat Cina, Wuhan telah kembali memulai kehidupan baru setelah Corona , dengan tanpa vaksin, tetapi menggunakan obat tradisional.
"China menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi corona dari awal, terus lockdown dan kemudian corona terhenti setelah itu ekonomi mulai bangkit kembali. Tidak perlu heran karena China negara dengan azas otoritarian."
"Maka dalam menghadapi emergency seperti wabah corona ini pengambilan keputusan harus sangat efektif. Komunikasi searah sangat cepat tanpa kendala sangat dibutuhkan," demikian Siti. (Arie Nugroho)
Berikut Isi Surat Terbuka Siti Fadilah:
Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin
Oleh: Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)
Pak Jokowi telah menetapkan agar melonggarkan PSBB, dengan maksud agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.
Seperti yang kita saksikan, seluruh dunia terpuruk. Meski negara adidaya seperti Amerika pun menderita , bahkan kasusnya terbanyak di dunia dan kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti.
Di Eropa pun demikian juga korbannya juga cukup banyak. Apalagi khusus di negara Italia sangat parah boleh dikatakan terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk .
Saat ini mereka semua mulai menggeliat sadar mereka harus bangun dari ketakutan dan kekawatiran. Mereka harus bangun dari keterpurukan ini utk memulai kehidupannya lagi .
Namun Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu menghentikan wabah covid hanyalah vaksin corona . Dimana dia sangat yakin vaksin unggulan nya akan siap 18 bulan kedepan. Bill Gates juga menekankan kalau pun wabah corona ini berhenti , belum tentu kalian bisa kembali seperti dulu lagi (??) Mungkin dia mengacu ketika flu Spanyol 1918 selesai. Terjadi perubahan peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.
Anthony Fauci mengatakan awas kalau ada negara yang cepat-cepat membuka lockdown-nya pasti akan mengalami perburukan penularan coivid dan wabah akan lebih dahsyat lagi.
Sedangkan WHO menyatakan tidak akan pernah ada vaksin sebelum akhir 2021.
Dr David Nabarro seorang professor dari global health di Imperial College London dan sekarang sebagai special envoy WHO untuk covid 19.Mengatakan bahwa kemungkinan besar tidak akan pernah ada vaksin yang efektif utk corona. Memang ada penyakit-penyakit yang tidak ditemukan vaksinnya contoh nya HIV AID, Dengue. Maka kita harus bisa hidup berdamai dengan corona.
Menurut saya andaikan vaksin dari Bill Gates dkk benar siap kita harus ingat ketika Ejikman melakukan sequencing virus strain indonesia ternyata karakter virus kita berbeda dengan virus yang beredar di negata yang sedang getol mengadakan ujicoba vaksin yang akan diproduksi besar-besaran untuk sedunia.
Kita harus hati-hati disini., berarti vaksin yang sedang mereka bikin berasal dari virus yang karakternya berbeda dengan vìrus yang ada di indonesia maka tidak akan kompatibel dengan kita (tidak cocok sehingga tidak akan efektif)
Kalau kita melihat negara China , Wuhan telah kembali memulai kehidupan baru setelah Corona , dengan tanpa vaksin tapi menggunakan obat tradisional.
China menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi corona dari awal , terus Lockdown dan kemudian corona terhenti setelah itu ekonomi sdh mulai bangkit kembali.
Tidak perlu heran karena China negara dg azas otoritarian
Maka dalam menghadapi emergency seperti wabah corona ini desicion making sangat efektif , komunikasi searah sangat cepat tanpa kendala ,sangat dibutuhkan.
Dan ini hampir tidak mngkin terjadi di negara-negara yang menganut azas demokrasi , yang selalu ada pro kontra sehingga suatu keputusan makan waktu lebih banyak .
China dengan jelas menunjukkan kepada dunia bahwa dia bisa bangkit tanpa vaksin dan mereka siap dengan gelombang kedua dengan virus yang berbeda pula.Bisa tuh.
Di samping itu kalau kita mendengarkan Bill Gates dkk yang sudah invest dananya di dalam bisnis vaksin dunia , mau tidak mau kita ya harus ikutin maunya mereka Maka kita harus perpanjang psbb diam saja di rumah. Ekonomi kita akan nungsep lebih dalam lagi sampai tahun 2021 berakhir ? Apakah itu yang kita pilih ? nunggu vaksin yang belum tentu jadi dan belum tentu cocok .Berpikirlah saudaraku setanah air
Inget pendapat lain dari seorang expert yang bernama Dr Nabarro yang tidak ada pretensi dalam bisnis vaksin mengatakan pendapat yang jujur seperti diatas, hidup berdamai dengan corona , tapi tetap waspada.
Kita harus berada diantara itu.Kita harus mengukur diri kita sendiri dengan jujur ada di posisi mana kita berdiri ? Kita harus bangkit dari keterpurukan ini. Tapi kita juga selamat dari corona. Sudah cukup kita diam di rumah sudah cukup kita tidak bekerja normal tidak sekolah seperti biasanya .Sampai kapan kita harus mulai ? Pak presiden sudah tiup peluit , memukul genderang untuk bergerak tapi semoga aturan pemerintah tidak bertambah banyak.Misalnya, boleh naik kapal terbang tapi saratnya banyak dan akhirnya yang bisa terbang sedikit .Dari segi ekonomi tidak menguntungkan.
Kalau mau melonggarkan PSBB itu ya longgarkan saja aturan2 yg sudah ada. Jangan bikin aturan baru, lakukan dengan bertahap.
Misal KRL tidak boleh jalan tadinya , oke sekarang boleh tapi isinya jangan 100% dulu, mngkin mulai dar 50 % terus 70% dulu dan seterusnya. Ini sdh betul
Pergerakan warga adalah sumbu pergerakan ekonomi setidaknya ekonomi rakyat yang harus nomer satu bangkit , kalau ekonomi rakyat bangkit pemerintah akan lebih ringan tugasnya dalam memenuhi social safety net nya . Mungkin sudah tidak akan diperlukan lagi .

Comments