Soal PSBB, Kang Emil: Tak Ada Kubu Ekonomi vs. Kesehatan
- MyCity News

- Sep 12, 2020
- 1 min read

Rencana pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total di Jakarta sedang hangat diperbincangkan.
Bagaimana tidak?
Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pasti berdampak pada kehidupan di Tanah Air.
Baca Juga: Sabtu (12/9/2020), Kasus Positif Covid-19 Bertambah 3.806, Sembuh 2.241, Meninggal Dunia 106Tak heran sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju turut bersuara mengenai rencana PSBB total yang akan efektif mulai 14 September 2020.
"Tidak ada persilangan pendapat. Tidak ada kubu ekonomi vs kesehatan. Semuanya saling melengkapi dan menguatkan," cuit Ridwan Kamil melalui Twitter, Sabtu (12/9/2020).
Pada saat yang sama, Kang Emil mengatakan hasil rapat koordinasi Teknis PSBB DKI dan strategi Jabodetabek akan diumumkan pada Minggu (13/9/2020).
"Resminya diumumkan besok detailnya oleh Satgas Pusat & Gubernur DKI," ucap Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat.
Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan pengumuman PSBB DKI Jakarta akan disampaikan ke masyarakat esok hari, Minggu (13/9/2020).
"Untuk PSBB yang sudah diumumkan oleh Gubernur DKI, secara resmi besok akan disampaikan kepada media sekitar pukul 13.00 WIB," kata Doni, Sabtu (12/9/2020).
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat masih mendiskusikan penentuan PSBB total di Jakarta. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 juga turut dilibatkan dalam keputusan PSBB Jakarta.
"Malam ini sampai besok pagi, sehingga pengumuman yang disampaikan ke masyarakat ada sebuah kepastian, harmonisasi antara kepentingan pusat dan daerah," ujarnya.
Doni menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan kesehatan masyarakat. Kebijakan PSBB Jakarta belum diputuskan. Alih-alih PSBB total, pemerintah menginginkan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK). (Al-Hanaan)
Foto: Kompas



Comments