Presiden: Sebaran Covid-19 Tergantung pada Daerah
- MyCity News

- Jul 10, 2020
- 2 min read

Presiden Joko Widodo mengimbau pemerintah daerah untuk waspada dengan Covid-19. Penyebaran Covid-19 di daerah bisa berdampak pada sebaran di Tanah Air. Presiden juga mengingatkan agar tidak meremehkan Covid-19 dan terlena dengan angka positif Covid-19 yang rendah.
"Sebaran Covid di seluruh Tanah Air ini sangat tergantung sekali kepada bagaimana daerah mengendalikannya. Perlu saya ingatkan, ini saya kira juga lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif 2.657," kata Presiden Jokowi di di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).
Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, kasus positif Covid-19 di Kalimantan Tengah mencapai 1.093 orang, dalam perawatan sebanyak 393 orang, sembuh sebanyak 634 orang, dan meninggal 66 orang.
"Tetapi kalau angka yang masih kecil ini tidak dikendalikan dengan baik, manajemen krisis tidak dilakukan dengan tegas, rakyat tidak diajak semuanya untuk bekerja bersama menyelesaikan ini, hati-hati angka yang tadi saya sampaikan bisa bertambah banyak," Presiden Jokowi memperingatkan.
Presiden Jokowi juga mengingatkan untuk berhati-hati dalam membuat kebijakan penerapan adaptasi kebiasaan baru. Tahap yang harus dilewati adalah prakondisi, menentukan momen, dan menentukan sektor prioritas yang akan dibuka.
Kepala daerah diimbau untuk menggunakan data sains dan saran dari pakar untuk merumuskan kebijakan.
"Sekali lagi, ini bukan sesuatu yang mudah. Oleh sebab itu, semuanya harus di-back up oleh data sains dan saran-saran masukan para scientist," pesan Presiden Jokowi.
Pandemi Covid-19 menyebabkan ekonomi global dan nasional terpuruk. Untuk itu, kesehatan dan pemulihan ekonomi harus selaras.
"Gas dan remnya itu betul-betul dikendalikan. Jangan sampai yang digas hanya ekonominya saja tetapi nanti Covid-nya meningkat. Hati-hati dua-duanya harus dikendalikan dengan baik," pesan Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi meminta kepala daerah untuk menyalurkan bantuan sosial agar segera sampai ke masyarakat. Juga, rangsangan ekonomi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kepada pelaku usaha yang terdampak Covid-19.
"Cek betul, bantu mereka baik dengan APBD kota/kabupaten, APBD provinsi, dan kami di APBN juga akan membantu baik lewat sistem perbankan maupun lewat sistem di kementerian," ujar Presiden Jokowi.
Terakhir, Kepala Negara mengapresiasi Pemprov Kalimantan Tengah yang telah melakukan tes masif. Juga, sinergi bersama unsur Pangdam dan Kapolda untuk melacak kasus positif Covid-19, dan mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan.
"Saya kira tiga hal ini tugasnya pemerintah: tes masif, pelacakan agresif, isolasi yang ketat. Tugasnya masyarakat yang harus kita ingatkan terus: pakai masker ke manapun, jaga jarak di mana pun, menghindari kerumunan. Diingatkan terus ini, saya kira sosialisasinya harus terus menerus, enggak bisa berhenti. Hati-hati angka 1.093 kasus positif ini harus setop, jangan sampai ada tambahan lagi," Presiden Jokowi memungkasi. (Al-Hanaan)
Foto: Setneg

Comments