top of page

Presiden Dukung Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari FK Unpad, Bio Farma, dan BPOM

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 22, 2020
  • 2 min read

Updated: Jul 24, 2020



Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir menerima tim uji klinis vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bio Farma, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


"Kami baru saja selesai rapat bersama Bapak Presiden. Rapat ini kita fokuskan tadi mengenai vaksin yang selama ini mungkin masyarakat dan media sangat menunggu. Insyaallah ujungnya ada jalan," kata Erick Thohir di Istana Merdeka pada Selasa (21/7/2020).


Baca Juga:


Kepala Negara sangat mendukung fase uji klinis vaksin Covid-19. Ia juga siap memberikan dukungan dan sarana yang diperlukan. Kepala tim uji klinis FK Unpad, Prof. Kusnadi optimistis dengan kesuksesan uji klinis tersebut karena dukugan dan bantuan oleh Presiden.


"Kita semua sudah ketemu dengan Pak Presiden. Beliau sangat mendukung uji klinis vaksin ini dan akan membantu apapun kebutuhannya sehingga kami sangat optimistis. Kami rencanakan uji klinis ini selesai bulan Januari," ujar Kusnadi.


Di sisi lain, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mendukung kebutuhan penganggaran dan akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan.


Uji klinis vaksin Covid-19 berada pada tahap ketiga dan melibatkan 1.620 peserta. Hasil uji klinis itu akan dibandingkan dengan hasil uji klinis di berbagai negara.


Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito memastikan proses dan protokol fase uji klinis akan mendapatkan pendampingan ketat. BPOM juga akan mempercepat pemberian izin edar jika vaksin dinyatakan lolos uji klinis.


"Ini adalah tahap yang paling penting dan sudah tahap lanjut, artinya sudah hampir kita sampai pada menemukan dan memproduksi vaksin tersebut. Tentu saja Badan POM menjamin protokol dari uji klinis ini adalah valid," ujar Penny.


Setelah vaksin dinyatakan lolos uji klinis, Bio Farma akan memastikan kapasitas produksi agar memenuhi kebutuhan dalam negeri sesuai instruksi Presiden.


"Sesuai arahan Pak Presiden kami dari Bio Farma mendapat tugas untuk memastikan kapasitas produksi vaksin ini bisa dikelola dengan baik. Sampai saat ini kami sudah menyiapkan 100 juta dosis per tahun dan kita akan expand menuju 250 juta dosis per tahun," papar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir. (Al-Hanaan)



Foto: Setneg




Comments


bottom of page