top of page

Prancis Larang Penggunaan Hidroklorokuin

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • May 29, 2020
  • 1 min read


Prancis melarang penggunaan obat malaria, hidroklorokuin untuk mengobati pasien Covid-19, dikutip dari CBS News (29/5/2020).


Banyak kajian menyatakan obat ini tidak memberikan khasiat apapun pada pasien, justru membahayakan.


Jurnal medis, The Lancet melaporkan pada Jumat, 22 Mei 2020, observasi yang dilakukan pada 100.000 pasien dari banyak negara menemukan tingkat kematian yang tinggi dan peningkatan frekwensi detak jantung yang tak beraturan pada pasien yang diberikan hidroklorokuin.


Menteri Kesehatan Prancis menanggapi penemuan ini keesokan harinya dengan menanyakan pada French High Council for Public Health untuk meninjau situasi. Dewan tinggi itu merekomendasikan penghentian penggunaan obat tersebut.


Penemuan ini juga memicu WHO mengumumkan penundaan sementara percobaan obat malaria untuk pengobatan Covid-19.


Setidaknya empat orang di Prancis meninggal akibat komplikasi terkait efek samping hidroklorokuin. Kajian awal dirilis pada awal April di selatan kota Nice ditemukan 43 kasus gagal jantung terkait penggunaan hidroklorokuin.


Pemerintah Prancis memutuskan akhir Maret untuk mengizinkan penggunaan obat pada 16 percobaan klinis dan perawatan saki keras di rumah sakit. Percobaan itu sekarang dihentikan.


Presiden Trump menganjurkan penggunaan hidroklorokuin untuk mengobati pasein Covid-19. Bahkan ia mengonsumsi setiap hari agar terhindari Covid-19. Pada Senin, (25/5/2020) ia berkata sudah berhenti mengonsumsinya.


Italia dan Belgia yang terpuruk akibat virus Corona juga sempat merekomendasikan penggunaan hidroklorokuin. Dua negara itu mengikuti laporan The Lancet dan meminta dokter untuk menunda penggunaan obat.


Hidroklorokuin diambil dari obat malaria klorokuin yang digunakan untuk mencegah dan mengobati malaria dan artritis. (Al-Hanaan)

Comments


bottom of page