top of page

Ledakan di Libanon Tewaskan 2 Warganya, Prancis Lakukan Investigasi

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Aug 15, 2020
  • 1 min read


Pemerintah Prancis mengonfirmasi bahwa dua warganya tewas dalam peristiwa ledakan dahsyat di Pelabuhan Kota Beirut, Libanon, pekan lalu. Terkait hal itu, Prancis meningkatkan penyelidikan atas peristiwa yang menewaskan setidaknya 178 orang.


Seperti dinukil AFP, Sabtu (15/8/2020), para jaksa di Prancis melakukan penyelidikan dengan menggunakan yurisdiksi mereka untuk menyelidiki tindak pidana yang terjadi di luar negeri saat ada warga negara Prancis yang turut menjadi korban.


Penyelidikan ini diluncurkan mulai 5 Agustus lalu, atau sehari setelah ledakan dahsyat mengguncang Beirut pada 4 Agustus. Para penyidik dan personel kepolisian dari Prancis telah berada di lokasi ledakan di pelabuhan Beirut selama beberapa hari, untuk melakukan rekonstruksi rangkaian kejadian yang memicu ledakan.


Baca Juga:


Pekan ini, penyelidikan Prancis semakin ditingkatkan dengan menyerahkannya kepada dua hakim yang akan menentukan apakah dakwaan bisa dijeratkan terkait ledakan dahsyat di Lebanon tersebut.


Seorang sumber lainnya menyebut dua warga negara Prancis kini dikonfirmasi tewas dalam ledakan dahsyat tersebut. Salah satu korban tewas sebelumnya diidentifikasi sebagai arsitek terkemuka bernama Jean-Marc Bonfils yang tinggal di Lebanon. Identitas korban tewas kedua belum diungkap ke publik.


Selain Prancis, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) atau FBI juga ikut melakukan penyelidikan. Pada Kamis (13/8/2020) waktu setempat, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa FBI akan bergabung dengan para penyidik Lebanon dalam penyelidikan ledakan tersebut, atas undang pemerintah Libanon. (Arie Nugroho)




Comments


bottom of page