Komplikasi Covid-19 Sebabkan Kerusakan Otak
- MyCity News

- Jul 11, 2020
- 2 min read

Baru-baru ini, peneliti Inggris menyatakan Covid-19 bisa menyebabkan komplikasi neurologis yang serius. Komplikasi ini berupa inflamasi, psikosis, dan delirium. Oleh karena itu, para ilmuwan memperingatkan potensi gelombang Covid-19 yang berpotensi menyebabkan kerusakan otak.
Sebuah penelitian di University College London (UCL) menjabarkan 43 kasus pasien Covid-19. Pasien tersebut menderita beberapa komplikasi seperti disfungsi otak, stroke, kerusakan syaraf, atau kerusakan otak parah. Demikian dilansir dari Reuters, Sabtu (11/7/2020).
"Apakah kita akan melihat epidemi kerusakan otak dalam skala besar terkait pandemi, kita masih belum tahu. Mungkin mirip dengan perebakan ensefalitis letargika pada 1920an dan 1930an setelah pandemi influenza 1918," kata Michael Zandi, peneliti dari Institut Ilmu Syaraf UCL.
Covid-19 adalah penyakit saluran pernapasan yang menyerang paru-paru. Para ahli syaraf dan dokter spesialis otak menyatakan dampak Covid-19 terhadap otak sangat mencemaskan.
"Kecemasan saya adalah kita mempunyai jutaan orang yang menderita Covid-19. Jika dalam setahun kita punya 10 juta orang yang sembuh dan mengalami cacat kognitif, itu akan mempengaruhi pekerjaan dan aktivitas sehari-hari," kata Adrian Owen, ahli syaraf di Universitas Western di Kanada.
Hasil penelitian UCL dipublikasikan di jurnal Brain. Sembilan pasien yang mengalami inflamasi otak didiagnosa dengan kondisi langka yang disebut ensefalomielitis diseminata akut (acute disseminated encephalomyelitis/ADEM). ADEM banyak diderita anak-anak yang disebabkan oleh infeksi virus.
Tim peneliti menerima satu pasien dewasa dengan ADEM per bulan di klinik mereka di London. Jumlah pasien semakin meningkat, setidaknya satu selama periode penelitian. Peneliti menyebut peningkatan pasien ini mencemaskan.
"Penyakit ini sudah ada beberapa bulan. Kita mungkin belum tahu kerusakan jangka panjang akibat Covid-19," ujar Ross Paterson, salah satu peneliti di London.
"Dokter harus menyadari efek neurologis karena diagnosis dini bisa meningkatkan perkembangan kesehatan pasien," Ross melanjutkan.
Owen menekankan pentingnya penelitian yang lebih luas dan detil serta data global untuk mengetahui seberapa lazim komplikasi psikiatrik dan neurologis ini.
Saat ini, Owen sedang melakukan proyek penelitian di covidbrainstudy.com di mana pasien bisa mendaftar untuk mengikuti serangkaian tes kognitif. Tes kognitif ini bertujuan mengetahui apakah fungsi otak mereka berubah sejak terinfeksi Covid-19.
"Penyakit ini mempengaruhi banyak orang. Inilah alasan betapa penting mengumpulkan banyak informasi," Owen memungkasi. (Al-Hanaan)
Foto: Dawn

Comments