top of page

Ketua PBNU: Covid-19 Bukan Konspirasi

  • Writer: MyCity News
    MyCity News
  • Jul 10, 2020
  • 1 min read

Updated: Jul 11, 2020



Virus SARS-CoV-2 dapat menular melalui percikan air liur (droplet) dari mulut atau hidung yang jatuh ke tangan, pakaian, pintu, dan sebagainya. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan harus ditaati untuk mencegah penularan Covid-19.


Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj menegaskan bahwa protokol kesehatan wajib diikuti seluruh masyarakat.


"Wajib hukumnya mengikuti protokol Kesehatan, jangan sampai kita mencelakai diri kita dan orang lain," Said Aqil Siradj menegaskan.


Said menambahkan bahwa penerapan protokol kesehatan adalah ikhtiar untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang lain.


"Sering cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan menggunakan masker. Selalu menggunakan masker dimanapun kita berada merupakan salah satu ikhtiar kita menyelamatkan diri kita dan orang lain," kata Said.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan disiplin. Covid-19 adalah penyakit yang nyata, bukan teori konspirasi.


"Selama masih ada Covid-19 maka kita harus disiplin, hati-hati dan waspada. Covid-19 ini betul-betul nyata, bukan konspirasi ataupun bohong-bohongan," terang Said.


PBNU turut berkontribusi dalam penanganan Covid-19 dengan menurunkan satuan tugas (Satgas) Covid-19 dan mendonasikan sembako untuk masyarakat.


"Satgas Covid-19 PBNU tersebar di 227 ribu titik dan bantuan sembilan belas truk sembako telah disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima," Said memungkasi. (Al-Hanaan)



Foto: Dume Sinaga - BNPB

Comments


bottom of page