Kasus Positif Covid-19 Tinggi Setelah Pelacakan Masif
- MyCity News

- Jul 13, 2020
- 2 min read

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan kasus positif yang teridentifikasi pada beberapa pekan terakhir adalah hasil pelacakan (tracing) yang dilakukan secara masif. Selain pelacakan, Gugus Tugas Nasional juga melakukan pemeriksaan laboratorium secara masif.
Hasil pelacakan menunjukkan kasus positif yang tinggi. Artinya, penularan virus SARS-CoV-2 masih terjadi di tengah masyarakat.
"Sebagian besar kasus yang kita dapatkan adalah kasus-kasus yang tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit," kata Yurianto saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta (13/7/2020).
Yurianto berpesan pada mereka yang terinfeksi Covid-19 untuk mengisolasi diri di rumah.
"Ini yang harus kita awasi agar, mereka bisa menjalankan dengan baik, bisa menjalankan secara lebih ketat, dan disiplin agar dalam 14 hari melakukan isolasi mandiri bisa didapatkan hasil yang baik dan nanti menjadi negatif," lanjut Yurianto.
Menurut Yurianto, masih banyak masyarakat yang belum menerapkan protokol kesehatan. Masih banyak orang kedapatan tidak memakai masker secara konsisten. Inilah salah satu penyebab penambahan kasus Covid-19.
"Tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak. Oleh karena itu, kami mengingatkan sekali lagi bahwa, upaya untuk mengendalikan sebaran ini kuncinya ada di kita," Yurianto menegaskan.
Kunci pengendalian Covid-19 adalah penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dua meter, dan mencuci tangan selama 20 detik.
"Kita harus meyakini bahwa menggunakan masker harus dilakukan, sekalipun kita merasa berada di tengah orang-orang yang sudah kita kenal," ucap Yurianto.
"Tetap gunakan masker karena, kesalahan justru terjadi di tempat yang seperti itu," lanjut Yurianto.
Yurianto menekankan siapapun bisa tanpa sadar menularkan Covid-19. Semua orang harus proaktif mematuhi etika ruang publik seperti di kendaraan umum, pasar, tempat kerja, dan sebagainya.
"Kami memberikan beberapa contoh yang mungkin lebih mudah bahwa, penularan ini bisa dilakukan oleh droplet yang ukurannya kecil yang bisa melayang di udara dalam waktu yang relatif lama. Apalagi, ruangan itu tanpa sirkulasi udara sama sekali," ucap Yurianto.
Pada Senin (13/7/2020), jumlah pemeriksaan spesimen mencapai 13.100 spesimen. Jumlah kasus positif Covid-19 bertambah 1.282 kasus menjadi 76.981 kasus. Pasien sembuh bertambah 1.051 orang menjadi 36.689 orang. Jumlah orang meninggal dunia bertambah 50 orang menjadi 3.656 orang. (Al-Hanaan)
Foto: Dume Sinaga - BNPB

Comments